Archive for the ‘Arianto Adipurwanto’ Category

Pencuri Kopi
October 9, 2016


Cerpen Arianto Adipurwanto (Suara Merdeka, 09 Oktober 2016)

pencuri-kopi-ilustrasi-suara-merdeka

Pencuri Kopi ilustrasi Suara Merdeka

Suara ranting patah di bawah telapak kaki telanjang Maq Sukiq mengagetkan jangkrik yang tadinya mengkrik nyaring. Kesunyian yang tiba-tiba, mendorong ia untuk menghentikan langkahnya. Lalu melanjutkan lagi setelah ia rasa semuanya aman terkendali.

Golok panjang di tangan kanannya beberapa kali berdenting tatkala berbenturan dengan semak-semak dan ranting pepohonan. Senter di tangan kirinya semakin lama kian meredup. Beberapa kali ia hampir terperosok ke dalam lubang. Di kejauhan sana, ia mendengar deburan arus sungai Keditan, sungai yang membelah kampung Lelenggo. (more…)

Advertisements

Mantra
August 20, 2016


Cerpen Arianto Adipurwanto (Koran Tempo, 20-21 Agustus 2016)

Mantra ilustrasi Munzir Fadly

Mantra ilustrasi Munzir Fadly

BERKELILING mencari para pemburu babi yang dilihat istrinya siang tadi, Maq Colaq memasuki sebuah kampung, tempat rumah-rumah berjejer dan orang-orang berjalan hilir-mudik.

Ia melihat perempuan-perempuan yang membawa sesuatu yang seperti labu coklat di atas kepala mereka berjalan ke arahnya.

Ia memandang sekeliling. Rumah-rumah itu persis seperti rumah para warga dari kampung awalnya, sebelum ia dan istrinya pindah ke Lelenggo—beratap daun kelapa, bertiang bambu, dan berdinding anyaman bambu. Penghuni kampung itu semakin lama semakin banyak yang keluar dari rumah, dan terdengar olehnya suara tabuhan gamelan. Hanya saja setelah berusaha keras mencari sumber suara itu, ia tidak menemukannya. Ia menduga sedang ada upacara.

Suara gamelan di kampung yang baru ia temukan terdengar persis seperti suara gamelan yang sering ia dengar tengah malam dari rumahnya. Itu membuat ia berpikir kampung itu berada dekat dari rumahnya. Ia segera sadar bahwa setelah bertahun-tahun tinggal di Lelenggo, ia telah berkeliling sampai tempat terjauh dari rumahnya, dan yang ia temukan hanyalah hutan belantara, tidak ada kampung. (more…)