Archive for the ‘Arafat Nur’ Category

Ludah yang Membawa Celaka
October 16, 2016


Cerpen Arafat Nur (Media Indonesia, 16 Oktober 2016)

ludah-yang-membawa-celaka-ilustrasi-pata-areadi-media-indonesia

Ludah yang Membawa Celaka ilustrasi Pata Areadi/Media Indonesia

SAMPAI sekarang orang belum melupakan bahwa di Lamkachoe pernah ada seorang pemberontak gondrong, masih lajang, dan suka meludah. Caranya meludah kerap membikin sakit hati. Setelah teman-temannya menyingkir jauh ke gunung akibat pukulan pasukan pemerintah, ia berhasil mengelabui tentara dengan mengaku sebagai petani biasa, tapi diam-diam mengambil kesempatan mengendalikan kekuasaan tak nyata sebagai pemimpin pejuang di kampungnya.

Selain keluarganya yang masih tersisa, tak seorang pun yang mengenal betul namanya, dan Manek (Mamak dari Nenek)—julukan yang melekat di tubuh yang jarang mandi itu—tak mudah bagi orang lain untuk melupakannya. Di kampung itu ia sangat Lamkachoe. Atau dalam istilah lain ia sangat menjiwai Kampung Lamkachoe, yang tidak menyukai orang dari kampung lain datang ke sana, seolah-olah mereka lebih busuk dan jahat dari kaum penjajah yang telah menginjak-injak dan membantai sebagian penduduk kampung itu. (more…)

Advertisements