Archive for the ‘Ahmad Muchlish Amrin’ Category

Mata Gunting dan Jiwa Rambut yang Dicukur
June 12, 2016


Cerpen Ahmad Muchlish Amrin (Kompas, 12 Juni 2016)

Mata Gunting dan Jiwa Rambut yang Dicukur ilustrasi Pande Nyoman Alit Wijaya Suta

Mata Gunting dan Jiwa Rambut yang Dicukur ilustrasi Pande Nyoman Alit Wijaya Suta

Setiap tukang cukur di dunia adalah pembunuh. Ruh-ruh setiap helai rambut yang dipotong mengendap-endap gentayangan di angkasa seperti jiwa-jiwa yang linglung. Rambut-rambut yang dipotong menjerit dan mengerang seperti jiwa-jiwa yang sakit. Gunting-gunting tajam dengan mulut menganga dan dua mata nanar mencelat layaknya seorang pembunuh berdarah dingin.

***

Lelaki itu memutuskan berhenti menjadi tukang cukur. Padahal ia memiliki banyak pelanggan; setiap hari tidak kurang dari sepuluh kepala datang ke kiosnya untuk bercukur. Namun, semenjak ia memutuskan berhenti, orang-orang yang datang ke kiosnya, pulang dengan penuh rasa kecewa; kecewa karena tidak bercukur dan kecewa karena sulit mencari tukang cukur yang sebagus cukurannya. (more…)

Pulang Haji
October 12, 2014


Cerpen Ahmad Muchlish Amrin (Media Indonesia, 12 Oktober 2014)

Pulang Haji ilustrasi Pata Areadi

MATA kami terpagut ke arah jalan. Orang-orang membuat gerbang dari bambu berpelitur, dihiasi aneka kembang. Di atas gerbang itu ditempelkan kertas kerlap-kerlip dan berkilau, berbentuk menara. Dari arah depan, terpampang sebuah tulisan ‘Selamat Datang Haji Zubaidi, Semoga Menjadi Haji yang Mabrur’. Rahnayu, satu-satunya orang yang mampu naik haji di kampung kami, telah berubah nama. Nama pemberian ayah-ibunya telah berganti menjadi Haji Zubaidi. (more…)