Archive for the ‘Achmad Munif’ Category

Laila oh Laila
May 15, 2016


Cerpen Achmad Munif (Jawa Pos, 15 Mei 2016)

Laila oh Laila ilustrasi Bagus

Laila oh Laila ilustrasi Bagus

Dari lantai sepuluh hotel berbintang lima itu aku melihat ke luar jendela. Lalu lintas di bawah tampak padat. Kata sahabatku, Jakarta memang menderita penyakit kronis yang bernama kemacetan. Kamu harus sabar berjam-jam berada di jalanan karena kendaraan merambat seperti keong. Lebih baik istighfar daripada kamu mengumpat-umpat.

“Jakarta bukan Sleman, teman,” kata temanku itu. Kata temanku lagi, di Jakarta tidak akan kamu jumpai kunang-kunang seperti di desamu pada malam hari. Jakarta diterangi lampu-lampu mercury.

Aku tersenyum sendiri, ketika sadar berada di lantai sepuluh sebuah hotel mewah. Aku membayangkan sampai di Jakarta menginap di losmen kecil yang murah. Tapi Mohammad Yazid yang menjemputku di Stasiun Gambir mengatakan, “Mana ada losmen di Jakarta.” Dan Yazid menempatkan aku di sebuah kamar di lantai sepuluh hotel yang belum pernah aku bayangkan. “Achmad, kamu tidak perlu bertanya berapa tarif hotel ini. Kamu gratis di sini. Semua aku yang tanggung.” (more…)

Advertisements

Menghitung Riba
November 29, 2015


Cerpen Achmad Munif (Republika, 29 November 2015)

Menghitung Riba ilustrasi Rendra Purnama

Menghitung Riba ilustrasi Rendra Purnama

SORE yang cerah Wan Komar duduk santai di kursi goyang di beranda rumah. Ia pandangi lalu lintas yang cukup ramai. Sesekali Wan Komar tersenyum. Benak Wan Komar sedang menghitung-hitung uang yang sebentar lagi masuk ke koceknya. Paling sedikit ada lima orang yang sore itu akan datang membayar utang, dengan total setoran mereka sebesar Rp 20 juta. (more…)