Archive for the ‘A Warits Rovi’ Category

Memoar Pesta Pernikahan
June 19, 2016


Cerpen A Warits Rovi (Suara Merdeka, 19 Juni 2016)

Memoar Pesta Pernikahan ilustrasi Hery Purnomo

Memoar Pesta Pernikahan ilustrasi Hery Purnomo

Masnan tahu betapa acara pernikahan di Madura adalah hal sakral dan bagian dari harga diri. Maka acara yang aman dan lancar adalah impian semua orang yang punya hajat untuk mengadakan pesta pernikahan. Sebab dengan lancarnya pernikahan tuan rumah akan merasakan diri dan keluarganya jaya. Di balik harapan tuan rumah tersebut beraksilah orang-orang berhati bejat yang biasanya sering membuat onar agar acara pernikahan jadi kacau.

Orang-orang bejat akan menggunakan kekuatan sihir untuk mengacaukan suasana pernikahan. Sihir itu akan menyebabkan hujan turun seketika, nasi tidak bisa matang, sound system akan mati tanpa sebab apa pun, lauk daging yang dimasak jadi liat seperti bola karet, para undangan akan terkena diare, mempelai lelaki mengalami impoten dan kadang seorang mempelai akan ketakutan karena melihat pasangannya berubah rupa jadi anjing, serigala atau hewan lain yang menyeramkan. (more…)

Advertisements

Pusara Ibu Enju
March 29, 2015


Cerpen A Warits Rovi (Republika, 29 Maret 2015)

Pusara Ibu Enju ilustrasi Rendra Purnama

Pusara Ibu Enju ilustrasi Rendra Purnama

Tangan Enju yang lembut memilah kembang. Mengusap tanah pusara ibunya. Sesekali ia menjumput tanah itu, lalu diciumnya. Matanya terpejam. Helai-helai rambut legam menjuntai dari selembar kain jilbab yang ia kenakan. O, air matanya rembes dan ia terisak. Bahunya terguncang. Ada tangis mengiris senyap senja, angin menyaput dengan wangi kamboja. Enju tertunduk. Wajahnya tepat mencium tanah bagian selatan pusara, tak peduli di dekatnya tengah berserak sobek kelopak kembang basah dan sabut kelapa yang menguar wangi kemenyan dengan asap tipis dan putih. “Ibu…..,” suara Enju mengambang ringan di bawah lanskap langit merah, bersamaan dengan kepak burung menuju sarang di rimbun daun kesambi. (more…)