Archive for the ‘A Hil’ Category

Edelweis Merbabu yang Merindu
January 10, 2016


Cerpen A Hil (Suara Merdeka, 10 Januari 2016)

Edelweis Merbabu yang Merindu ilustrasi Hery Purnomo

Edelweis Merbabu yang Merindu ilustrasi Hery Purnomo

“Cinta itu berasal dari Yang Maha Cahaya, diciptakan dari cahaya, ditulis dengan tinta cahaya, ke permukaan kertas cahaya, dan berbahasa cahaya” [1]

PROLOG

Halimun memeluk Merbabu. Embun meranum membasahi daun-daun, menyerupai bulir-bulir keringat di tubuh dua insan yang lekas bercinta. Burung-burung berkicau, terkadang berbisik, terkadang menggumam, bersahutan merangkai musik bernada harmoni alam, sejiwa dengan gairah desah napas perawan dan perjaka yang saling mencinta. Pagi masih buta, matahari belum pula menampakkan binarnya. Angin semilir memanjakan muda-mudi yang terbungkus selimut tebal, mereka mendengkur di dalam tenda-tenda. (more…)