Tahun 2020, di tengah gejolak pandemi yang katanya membuat berbagai bidang kurang bersemangat—tak terkecuali perbukuan, Benny Arnas tetap menunjukkan produktivitasnya.

Benny akan merilis buku tunggalnya yang ke-25, yakni sebuah novel dengan tajuk “Bulan Madu Matahari” (BMM). Berbeda dengan buku-buku sebelumnya, BMM akan tayang dalam format suara (audiobook) dan teks secara bersambung per 15 Mei 2020 ini!

WhatsApp Image 2020-05-10 at 08.46.58

SINOPSIS

BMM menceritakan ketangguhan dan ketabahan seorang pemuda kelahiran Muratara yang berjibaku dengan kerasnya kehidupan Jakarta untuk menghidupi keempat adik tiri hasil pernikahan kedua orangtuanya yang bercerai dan meninggalkannya di usia 3 tahun. Trauma masa lalu almarhum kakek yang membesarkannya membuat hidupnya berjalan timpang. Tanpa disadari, ia mengorbankan diri sendiri dan mengabaikan orang-orang yang menyayanginya, sampai kemudian ia menemukan sumbu semua gejolak itu: pilihan politik keluarga.

PLATFORM CERITA & WAKTU TAYANG

Meski saat ini, platform menulis daring sangat digemari, BMM justru menyiarkan bab demi bab novelnya di Youtube, Podcast, dan media sosial, yaitu:

Youtube Benny Institute

Fanpage Benny Institute

Website Benny Istitute

Podcast Benny Institute

Instagram @bulanmadumatahari

Twitter @bennyarnas

BMM akan tayang setiap hari pukul 4 sore mulai 15 Mei 2020.

WhatsApp Image 2020-05-10 at 09.37.58

BUKU CETAK

Sebagaimana disampaikan di atas, BMM tidak akan meninggalkan teks. Bagi yang tidak terlalu menyukai format suara, versi cetaknya juga akan tetap tayang dalam format slide di platform-platform di atas.

Begitupun halnya dengan versi cetaknya. Novel yang ditulis pada Februari 2020 ini versi cetaknya akan dirilis akhir tahun ini di Indonesia dan Malaysia, dengan penerbit yang masih dirahasiakan. “Insya Allah tahun ini. Doakan pandemi ini segera berlalu!” kata Benny ketika redaksi bennyinstitute.com mengonfirmasinya.

TERBIT INDIE

“Ini kerja yang sangat menyenangkan. Saya bertemu penggiat buku di Malaysia Maret lalu dan mereka langsung tertarik memproduseri proyek ini!” Benny ternyata menyebut rekan kerjanya sebagai produser, daripada investor ataupun publisher.

WhatsApp Image 2020-05-10 at 08.46.59
Benny dan produser BMM, Lara Hassan dan Nik Khusairie

Versi cetak BMM sendiri rencananya akan dipasarkan di jaringan toko buku daring. “Sudah lama saya ingin menyeriusi kerja kreatif indie seperti ini. Menyiapkan materi dan tim prapoduksi, menyupervisi materi digital, hingga berkoordinasi dengan tim media sosial. Yaaa paling tidak, saya mencoba dengan keseriusan. Bukan sekadar mencoba,” pungkasnya.

Jadi, bagi kalian yang tak ingin ketinggalan bab demi bab karya baru Benny Arnas ini, dari sekarang silakan follow semua akun media sosial atau subscribe saluran Youtube-nya!

Selain menayangkan konten novelnya, platform di atas juga akan merilis kutipan-kutipan menarik novel, wawancara dengan editor, produser, hingga menghadirkan pemilik kisah asli novel ini. Nah makin penasaran, kan? *