Cerpen Adam Yudhistira (Solo Pos, 08 September 2019)

Muslihat Seekor Domba ilustrasi Solo Posw.jpg
Muslihat Seekor Domba ilustrasi Solo Pos

Nahas betul nasib Sobari sore itu, manakala melintasi ladang Marsalim dia menjumpai dua sosok mayat manusia. Mayat-mayat itu tergeletak tak jauh dari sulursulur rumpun semangka dengan posisi tertelungkup dan berdekatan dengan bangkai seekor domba.

Semula Sobari menduga dua sosok mayat tersebut adalah boneka. Namun, dugaannya langsung menguap begitu dia membaliknya. Dua mayat tersebut ternyata mayat Marsalim dan Ladung Gembala.

Temuan itu kontan membuat Sobari lari lintang pukang menuju kampung Lubuk Kisam. Hilang niatnya berburu belut, berganti niat menyebarkan warta maut. Dia berteriak-teriak kepada semua orang, mengabarkan apa yang baru saja dilihatnya.

Kampung Lubuk Kisam menjadi gempar. Peristiwa itu menjadi perbincangan hangat di manamana. Kematian Ladung Gembala dan Marsalim meninggalkan banyak tanda tanya.

Desas-desus pun merebak. Orang-orang berkata, Marsalim mencuri domba Ladung Gembala. Perkara itu membuat mereka berkelahi dan sama-sama mati. Namun, tuduhan itu diragukan keabsahannya, tersebab lelaki bujang tua yang hidup sendiri itu mempunyai ladang semangka paling luas di kampung Lubuk Kisam. Rasanya tidak mungkin mencuri seekor domba apabila untuk membeli sepuluh ekor saja bukan sesuatu yang sulit baginya.

Desas-desus yang beranak-pinak itu akhirnya sampai pula ke telinga Hasim, adik lelaki Marsalim. Hasim berupaya membela martabat mendiang kakaknya dan hanya dibalas cibiran belaka.

Semua orang tahu, betapa buruk hubungan adik beradik itu selama ini. Warga kampung Lubuk Kisam sudah paham penyebab buruknya hubungan tali darah Hasim dan Marsalim. Keduanya tak bertegur sapa oleh musabab pembagian hak waris yang tak merata.

Sejak Angku Danizar meninggal dunia, Marsalim mewarisi sebagian besar harta benda peninggalan ayahnya, termasuk ladang semangka yang menjadi tempat Marsalim meregang nyawa. Sedangkan Hasim, lantaran dia cuma saudara lain ibu, hanya mendapat sepetak rumah sempit di pinggir kampung Lubuk Kisam.