Cerpen Hary B Kori’un (Padang Ekspres, 08 September 2019)

Aida ilustrasi Orta - Padang Ekspresw.jpg
Aida ilustrasi Orta/Padang Ekspres

AKU mengenalnya di sebuah perpustakaan universitas ketika di luar panas sangat terik dan para petugas sudah berkemas-kemas mau istirahat makan siang, tiga tahun lalu.  Sejak pagi aku berada di ruang baca –juga ruang yang bisa digunakan untuk menulis— yang berbentuk lingkaran berdinding kaca, sehingga bisa melihat aktivitas semua orang di ruangan lainnya.

Dia datang dan kemudian duduk di salah satu kursi di sebelah kananku ketika aku mau berdiri. Kami bersenggolan, dan dia mengatakan “maaf” tanpa melihat ke arahku. Di tangannya ada buku Control of Land and Labour in Colonial Java karya Jan Breman. Buku yang membuatku penasaran karena dibaca oleh seseorang yang jauh dari objek penelitian profesor sejarah asal Amsterdam itu. Setelah itu dia membaca dengan santai tanpa menghiraukan beberapa orang di ruangan itu sambil mulutnya terus mengunyah permen karet.

Karena tak bisa memendam penasaran, akhirnya aku mengajaknya bicara. “Tertarik dengan sejarah Jawa?” tanyaku.

Dia hanya melirikku sejenak tapi tak menjawab apaapa. Setelah itu dia kembali pada bacaannya.

“Punya darah keluarga dari Jawa atau Indonesia?” tanyaku yang semakin penasaran. Keyakinanku, melihat profil pada wajahnya, dia gadis Melayu, tak terlihat prototipe Jawa di situ. Atau aku yang salah, yang tak memahami ilmu tentang itu?

Aku mengumpat dalam hati. Sialan wanita ini, selama ini tak ada perempuan yang secuek ini ketika kusapa. Padahal aku menyapanya dengan baik, tak bermaksud yang aneh-aneh. Dia kembali menoleh padaku, kali ini dengan pandangan yang sepertinya kurang suka.

Lalu, katanya, “Ruangan ini dibuat bukan untuk becakap…” katanya dengan logat Melayunya yang kental. Beberapa orang yang sebelumnya asyik membaca atau menulis di masing-masing laptop-nya kemudian menoleh padaku. Aku dibuat salah tingkah, juga malu. Aku dibuat mati kutu dengan jawaban ketusnya itu. Aku keluar dari ruangan itu dengan hati dongkol dan berharap tak bertemu dengan wanita itu lagi.