Cerpen Komala Sutha (Pikiran Rakyat, 25 Agustus 2019)

Topeng ilustrasi Pikiran Rakyatw.jpg
Topeng ilustrasi Pikiran Rakyat 

ATIKA bingung dengan Nuraida, apakah perempuan itu tak pernah membaca berita di koran perihal maraknya penipuan yang menjanjikan orang menjadi pegawai negeri? Atau, saat ini berseliweran di media sosial, yang memberitakan hal itu. Bukankah Nuraida juga suka main ponsel, tak sekadar waprian atau nongol di Facebook. Ah, Atika bingung.

ANDAI saja tahu dari awal, Atika tak akan pernah membiarkan Nuraida tertipu. Belum 100% kakak sulungnya itu tertipu, tetapi Atika menyimpulkan hampir ke sana karena sudah banyak kasus seperti itu. Banyak oknum yang menjanjikan seseorang untuk menjadi pegawai negeri dengan cara instan. Tentunya dengan syarat haras mengeluarkan uang sekian puluh juta rupiah.

Pada jam istirahat, di sekolah dasar tempat Atika mengajar, ia sendiri saja berdiri di bawah pohon sukun sambil memperhatikan anak didiknya yang main kelereng dan sebagian berlarian ke sana kemari. Pandangan Atika mengarah ke ruang perpustakaan yang tak pernah dibuka selama dua semester. Tadi dilihatnya Nuraida masuk ke situ. Tidak sendiri, tetapi dengan Lilis, guru senior yang menjadi bendahara BOS.

Kedekatan mereka, menurut Atika, terkadang berlebihan. Tidak sekadar hubungan antara anak buah dan atasan. Namun, terkadang memperlihatkan depan guru-guru lain kalau mereka berdua sudah tak ada batasan. Nuraida memang paling percaya pada Lilis bukan hanya karena Lilis bendahara BOS. Namun, Lilis berbeda dengan guru-guru lain. Lilis lembut pada siapa saja, sikapnya sopan dan santun dalam berbahasa.

Lilis sering menjadi wakil dari sekolah untuk banyak urasan. Itu karena kemampuan Lilis yang berbeda dari yang lain. Nuraida pun menyukainya. Tak jarang untuk masalah pribadi yang tak seharusnya diumbar pada orang lain, Nuraida malah senang menceritakannya pada Lilis dan Lilis dengan responsif tingkat tinggi menyikapnya. Lilis juga akan memberikan solusi terbaik karena ia termasuk tipe yang pandai memberikan solusi untuk banyak hal.

Jam istirahat telah berlalu. Atika kembali ke dalam kelas di mana ia akan mengajar. Dihelanya napas. Nuraida dan Lilis belum keluar dari ruang perpustakaan. Entah apa yang mereka perbincangkan, tetapi menurut perkiraan Lilis bukanlah soal keuangan sekolah atau yang berhubungan dengan urasan sekolah. Mungkin di luar hal itu. Misalnya masalah pribadi. Nuraida curhat tentang sesuatu, Lilis penasaran, sebenarnya ia juga cukup dekat dengan Lilis. Apakah kakaknya curhat soal penipuan? Sampai bel tanda waktunya pulang, Atika masih menduga-duga.

Advertisements