Cerpen Yudhistira Sukatanya (Fajar, 25 Agustus 2019)

Kisah Pengejar Cahaya ilustrasi Fajarw.jpg
Kisah Pengejar Cahaya ilustrasi Fajar

Langit gelap. Sekira pukul 19.30 WITA, saat keluarga, kerabat, tetangga, handai tolan tiba di pekuburan umum, mengantar prosesi pemakaman Daeng Todjeng. Di tubir liang lahat, para kerabat, tetangga, sanak famili, bersaksi, dikeremangan jelang malam, yang hanya diterangi bilah-bilah obor bambu.

Amoterangmi rianja, saribattangta Daeng Todjeng—telah berpulang keharibaan-Nya, saudara kita Daeng Todjeng usia 53 tahun. Jelang akhir prosesi pemakaman, dengan suara rendah seorang warga yang dituakan bertanya; “Selama hidupnya apakah ia orang baik?”

Sang tetua memandang hadirin di sekitarnya, sambil meminta kesaksian atas kepribadian lelaki tengah baya yang jazadnya sesaat lagi diuruk tanah kubur. Serempak pelayat menjawab: “Dia orang baik”

Tau bajik—Orang baik?” sang tetua mengulang kembali permintaan kesaksian atas kepribadian lelaki tengah baya marhum itu.

“Sangat baik,” sambut warga menahan sedak tangis.

“Semoga semesta mendengar dan menyaksikan pernyataan ini.” Lahat diuruk secara sopan. Kemudian bunga tabur, air buah kelapa disiramkan perlahan ke nisan.

Di sela kerumunan, seorang perempuan dengan kebaya coklat berkerudung kuning yang tak mampu membendung linangan menahan air mata. Tubuhnya disangga putranya agar tak terpuruk ke tanah merah pekuburan. Ia berharap kesaksian warga akan melapangkan jalan ruh suaminya menuju surga.

Daeng Todjeng, sejak 2004, telah mengabdikan dirinya melayani kepentingan warga. Bermula sebagai sekretaris RT, sekretaris RW setempat hingga menjadi ketua RW. Almarhum pun, tak pernah absen ikut mengawal pesta demokrasi; Pemilihan Wali Kota; Pemilihan Gubernur hingga Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden. Tidak pernah memperlihatkan tanda kelelahan termasuk saat Pemilu Serentak tahun ini. Bekerja gigih, rapi, teliti, tak kenal lelah. Ternyata Pemilu ini menjadi saat pengabdian terakhirnya. Daeng Todjeng mengembuskan napas terakhir dalam rangkaian proses memperjuangkan suksesnya penyelenggaraan pesta demokrasi terbesar di dunia yang diketahui hanya terjadi di tanah airnya.

Advertisements