Cerpen Fery Lorena Yanni (Minggu Pagi No 19 Th 72 Minggu III Agustus 2019)

Babu Cap Mantu ilustrasi Minggu Pagiw.jpg
Babu Cap Mantu ilustrasi Minggu Pagi 

“TA, besok jalan-jalan, yuk! Refreshing. Biar otak fresh. Capek, nih, habis ujian semesteran ini,” ajak Novi pada Dita saat mereka sedang membereskan alat tulis mereka seusai ujian semesteran di hari terakhir.

“Aduh! Nggak bisa. Besok aku harus ke rumah Agung,” tolak Dita masih sambil memasukkan alat tulisnya ke dalam tas.

Dita dan Agung cukup lama berpacaran, sejak awal mereka masuk SMA ini sampai sekarang menjelang kenaikan kelas ke kelas tiga. Keduanya selalu menunjukkan kemesraan di mana pun berada. Maka, Novi pun tak heran jika Dita lebih memilih menghabiskan waktu bersama Agung daripada bersama teman-temannya. Seperti saat ini, Dita menolak ajakan teman-temannya untuk pergi jalan-jalan karena ingin menghabiskan waktu bersama Agung.

“Sekali-sekali liburan bareng teman-teman kan, tidak apa-apa, Ta. Tidak harus bersama Agung terus,” bujuk Novi.

“Nggak bisa. Ibunya Agung kemarin telpon, katanya dia mau pergi, ada acara katanya. Jadi aku disuruh datang,” jawab Dita tanpa mengalihkan pandangan matanya pada Novi.

“Lha, emang kenapa kamu harus datang kalau ibunya mau pergi? Kamu mau diajak?” Novi mulai penasaran. Tampaknya Dita benar-benar sudah diterima, nih, di keluarga Agung. Namun, sebelum Dita sempat menjawab pertanyaannya, teman-temannya keburu datang dan mengajak Novi pulang duluan meninggalkan Dita seorang diri, yang katanya akan pulang bareng Agung, seperti biasanya.

Sebagaimana rencananya, hari Minggu Dita datang ke rumah Agung. Sesampai di sana tampak Agung dan kedua orang tuanya sudah tampak rapi, siap berangkat.

“Sayang, kamu kok, tidak bilang kalau kita mau pergi? Aku kan, tidak siap. Lihat, nih, aku cuma pakai baju biasa saja. Jadi nggak enak, nih!” bisik Dita pada Agung.