Cerpen Sutono Adiwerna (Minggu Pagi No 18 Th 72 Minggu II Agustus 2019)

Penyesalan Awan ilustrasi Minggu Pagiw.jpg
Penyesalan Awan ilustrasi Minggu Pagi

Ibu masih duduk di tepi ranjang besi tua tempat Wak Tayo terbaring ketika aku hendak berpamitan untuk pergi nonton film dengan Lina, cewek tercantik, terpopuler di SMA 3.

“Kamu nggak kasihan sama Uwakmu? Kalau ada apa-apa dengannya bagaimana?” ujar Ibu pelan, matanya sembab.

“Ibu lebai deh. Kan ada Ibu, ada Mas Memet. Ibu juga bisa kan telpon atau sms jika terjadi sesuatu dengan Uwak,” sentakku

“Ya sudah kalau begitu. Hati-hati! Pulangnya jangan terlalu larut ya!” kata Ibu mengalah.

Sudah beberapa minggu ini, Wak Tayo sakit dan tidak bisa ke mana-mana selain berbaring di ranjang besi using di ruang tengah. Kami sudah membujuknya pergi periksa ke dokter tapi Wak Tayo menolak. Dalihnnya, karena tidak ingin merepotkan kami bertiga.

Uwak Tayo kakak ibuku. Kata ibu, Wak Tayo tidak bisa melihat sejak dia masih kecil. Masih kata ibu, Wak Tayo kecil waktu itu mandi di sungai, tanpa disadari mata kecil nan sucinya kemasukan air kencing blentung sehingga sampai sekarang tidak bisa melihat dunia. Meski tidak bisa melihat, Wak Tayo tidak mau menggantungkan diri pada nenek, juga pada ibuku. Dia bisa memanjat pohon kelapa, mengasah pisau-pisau dan gaman para  tetangga, membuat sapu lidi. Sapu lidi bikinan Wak Tayo, terkenal tahan lama dan tidak mudah rusak.  Singkatnya, Wak Tayo punya mata lain yang membuat dia tak pernah kesulitan pergi ke mana-mana

Kami, terutama aku kecil, berhutang banyak pada Wak Tayo. Ketika lelaki yang aku panggil bapak pergi meninggalkan kami demi perempuan lain, Wak Tayo jadi pahlawan kami. Wak Tayo sering memberi aku dan Mas Memet uang jika ibu sedang tidak punya uang sepeser pun

***

Malam itu aku dan Lina menonton film remaja yang ceritanya begitu romantis. Sepanjang film berlangsung, tangan kami bertautan seolah tak terpisahkan. Aku begitu bahagia karena berhasil mendapatkan hati Lina. Sepanjang film juga, HP sengaja aku matikan demikian juga HP Lina.