Cerpen Gusti Trisno (Analisa, 04 Agustus 2019)

Katakan Cinta dengan Cerita Cinta ilustrasi Toni B - Analisaw
Katakan Cinta dengan Cerita Cinta ilustrasi Toni B/Analisa

Kata-kata itu terasa sejuk ketika aku mengingatnya, terima kasih Sam. Atas nasihatmu, kini aku telah menutup auratku dari orang yang tak berhak melihatnya. Aku juga berpikir untuk mengakhiri hubungan kita, mohon maaf sebelumnya, Sam. Aku tak ingin kita masuk dalam jurang cinta semu. Ingatkah kamu akan puisi yang pernah kamu bacakan di pembukaan ospek? “Ya Allah, jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu,” begitu larik yang pernah kamu bacakan. Sebuah puisi karangan Syifaul Qulub yang menarik hati. Aku takut, Sam. Jika cinta ini nantinya lebih daripada cinta pada Sang Pencipta.

Aku yakin kamu paham, aku sama sekali tak ingin menjauh darimu. Biarlah cinta ini kita pendam saja, seperti seorang penulis yang ingin memberi kejutan di setiap akhir novelnya. Cinta ini nantinya akan bertemu dalam hubungan halal yang bernama rumah tangga, insya Allah.

 Wassaamualaikum wr wb.

Tertanda

Mirna Lesmana

***

Aku terpaku di layar monitor laptop, jadi inilah alasan Mirna menjauhiku, ia sama sekali tak menghianatiku. Ya Allah, begitu cepat perubahan pada diri Mirna, namun aku senang atas hal ini. Dan aku pun siap atas keputusannya,

Aku pun langsung menarikan jemari untuk membalas surat elektronik ini.

Waalaikum salam, Mirna.

Pertama-tama aku sangat berterima kasih atas ucapanmu, maafkan hati ini yang telah berprasangka bahwa kamu sudah melupakanku. Maafkan aku juga yang tak bisa mengerti kondisimu saat ini.

Hal yang tak pernah terbesit dalam benakku, kamu masih ingat percakapan di ujung senja itu. Perempuan, kerudung, bunga dan mutiara itu. Aku takjub dengan perubahanmu.