Cerpen Gusti Trisno (Analisa, 28 Juli 2019)

Katakan Cinta dengan Cerita Cinta ilustrasi Toni B - Analisaw.jpg
Katakan Cinta dengan Cerita Cinta ilustrasi Toni B/Analisa

Kuikat benang merah kehidupan cinta ini, kutulis dan kuresapi jalan hidup yang kian hari menambah kegalauan di hati. Cerita cinta ini tak mungkin kuakhiri, apalagi kami telah menjalaninya hampir setahun lebih, sekalipun tak ada satu hal apa pun yang mengarah kepada arah zina. Jangankan memeluk, memegang tangan saja, kami jarang lakukan. Kecuali jika sedang salah satu di antara kami ulang tahun.

“Sul.” Joni membuyarkan lamunanku.

“Sul, kamu pikir aku bisul, panggil aku Sam,” jawabku ketus.

“Ya… Sam, kamu itu masih pacaran sama Mirna, kan?” tanyanya.

“So apa masalahnya?”

“Eng… enggak saja, soalnya kalian sudah lama tak jalan beriringan, ada masalah ya?” tanyanya.

“Baik-baik saja, cuma dia lagi fokus sama kuliahnya.”

***

Rutinitas yang kian mendera membuatku sejenak melupakan Mirna, untuk memikirkan tugas kuliah saja sudah membuat beban pikiran ini berat, apalagi masalah cinta yang tak berhubungan dengan dunia kampus.

Kulirik sebuah lembaran di mading. Aku terkejut bukan kepalang, oh Mirna… ternyata kamu sekarang terpilih menjadi duta bahasa. Syukurlah. Pikiranku terus menerka-nerka, perubahan apa lagi yang akan dia lakukan. Akankah aku bertambah jauh dengannya?

Kembali kulirik mading, di situ juga terdapat info lomba menulis dengan tema “Cinta”, langsung kuambil Blackberry untuk memotret info lomba tersebut. Aku harus ikut, aku menyemangati diri.

***

Aku langsung berucap syukur ketika mengetahui teman-teman kuliah banyak yang peduli dengan mengingat hari lahirku yang ke-20. Mereka banyak yang mengirimi SMS, BBM, dan WA untuk mengucapkan selamat. Selain itu, Ibu menjadi orang pertama yang mengucapkan doa penuh keselamatan padaku.

Advertisements