Cerpen Ismail Lutan (Republika, 21 Juli 2019)

Maafkan Tak Hormatku Pahlawan ilustrasi Rendra Purnama - Republikaw.jpg
Maafkan Tak Hormatku Pahlawan ilustrasi Rendra Purnama/Republika

Rencana kunjungan Jenderal ke Kabupaten Kolos membuat para petingginya kelabakan karena sang jenderal akan mengadakan upacara kehormatan di Taman Makam Pahlawan, sementara di taman itu belum ada pahlawan yang dikuburkan.

Bupati  Kolos Ododiw mengultimatum Oytasus untuk segera menemukan kuburan Enduro agar mayatnya segera dipindahkan ke taman makam pahlawan itu. Enduro adalah tokoh kebanggan masyarakat yang sudah ditetapkan sebagai pahlawan.

***

Oytasus berjalan terengah-engah mendaki pundak bukit Paktali yang terkenal angker. Panas terik yang membakar ilalang setinggi dada menyebabkan udara makin bara. Jalan setapak menanjak yang dilaluinya serasa semakin tinggi yang membuat keringatnya semakin membanjir.

“Ini adalah upaya terakhirku. Kalau Datuk Palano si penghuni Rumah Tungga itu tidak juga mengetahui keberadaan kuburan  Enduro maka tamatlah aku,” keluhnya dalam hati.

Oytasus ingat, dialah yang mengusulkan kepada Bupati untuk membangun Taman Makam Pahlawan itu karena proyek itulah yang paling gampang dicairkan dananya. Dia pulalah yang berjanji akan mencari kuburan Enduro untuk dimakamkan di situ. Tapi, ia tak menduga kedatangan Jenderal yang begitu mendadak untuk melakukan upacara kehormatan kepada pahlawan di kotanya itu, sehingga ia benar-benar pusing tujuh keliling.

***

Akhirnya Oytasus sampai juga. Rumah Tungga yang ia tuju terletak di bawah pohon durian yang tinggi sekali. Kondisinya sudah sangat reot, tak menunjukkan sebagai sebuah rumah yang berpenghuni.

Sejenak Oytasus bimbang, apa mungkin Datuk Palano masih tinggal di Rumah Tungga ini? Kemudian ia masuk tanpa permisi dan mendorong pintu yang reot itu.

Namun, ketika tangannya hendak menyentuh daun pintu, sebuah suara berat menyahut dari dalam.

“Siapa di luar? Kenapa aku tak mendengar salak anjing?” tanyanya dengan suara sangat berat. Oytasus kaget, kemudian menjawab.

Advertisements