Cerpen Ganda Pekasih (Kedaulatan Rakyat, 21 Juli 2019)

Lelucon Para Koruptor ilustrasi Joko Santoso - Kedaulatan Rakyatw
Lelucon Para Koruptor ilustrasi Joko Santoso/Kedaulatan Rakyat 

SEORANG mantan pejabat korup yang sakit ‘lupa berat’ dan terkenal selama hidupnya pintar bersilat lidah baru saja meninggal dunia, keluarganya segera hendak memakamkannya hari itu juga. Tapi para aktifis anti korupsi dan ketua KPK yang datang melayat ke rumah duka segera menolak. Mereka berteriak:

“Tunda penguburan sampai tiga hari ke depan, kita harus memastikan dia pura-pura mati atau memang sudah mati beneran.”

Pak Dirjen mengeluh tentang keluarganya kepada bawahannya.

“Aku tak mampu menjaga anak-anak dan istriku lagi dari hidup boros dan berfoya-foya, mereka terus membeli apa saja setiap hari.”

“Itu biasa, kita juga waktu anak-anak banyak maunya, kan?”

“Kau benar, eh kalau boleh aku tahu dulu cita-citamu jadi apa sehingga kau sekarang sangat kaya?”

“Dulu aku cuma bercita-cita jadi maling kecil-kecilan saja!”

“Bah kalau begitu kau hebat, sekarang sudah bisa jadi maling gede gedean.”

Seorang terdakwa korupsi setelah persidangan yang melelahkan bertanya kepada ahli hukumnya dengan serius.

“Apakah yang dimaksud dengan kebenaran sejati di dunia ini?”

“Jangan sok bermoral, kalau kesalahanmu kubuka lebar-lebar kau bisa masuk penjara minimal sepuluh tahun.”

Seorang koruptor yang diburu-buru intel KPK datang ke seorang paranormal untuk minta penjagaan gaib agar aman, si Paranormal  segera merapal mantera lalu memberi bunga tujuh rupa.

“Ayo mandilah dengan air kembang ini?”

“Di mana mandinya Mbah, di rumah apa di sini?”

Si Mbah menjawab kesal. “Di jalanan saja, biar ditonton orang rame-rame abis itu ditangkap polisi.”

Bagaimana cara mengenali mobil seorang koruptor di jalan raya? Lemparkan sebuah batu, maka pasti batu itu akan menimpa mobilnya!

Lho…?

Karena saking banyaknya mobil yang lewat di jalan hasil korupsi!

Advertisements