Nafasnya terengah-engah. Hawa malam ini terasa hangat di kulit. Tidak ada sedetik semilir angin yang datang. Hanya ada kesunyian dan binar rembulan menerangi jalan-jalan pedesaan.

“Bang, kenapa abang tidak mau tinggal di rumahku?” Komar bertanya.

“Aku tidak bisa.” Dia menjawab padat.

“Kenapa, bang? Apa karena gubuk reot itu sehingga abang tidak mau tinggal bersa­maku.”

“Setelah kejadian lima tahun yang lalu itu, gubuk itulah keluargaku satu-satunya.”

“Dari pada abang tinggal di gubuk sana sendirian, tak akan ada yang merawat abang di sana.”

“Yang merawatku adalah Tuhan dan aku tidak mau menyusahkan siapa-siapa lagi. Insya Allah aku akan bertahan meskipun itu sendirian.”

“Tapi, Bang….”

“Sekarang kau pulanglah. Anak dan istrimu sudah menunggumu di rumah.” Dia memotong percakapan sebelum situasinya semakin memanas.

Dia meninggalkan Komar sendirian di jalan setapak desa dan sekelebat menghilang di balik kegelapan. Komar hanya bisa termangu melihat abang iparnya pergi begitu saja. Dia tidak habis pikir apa yang ada di dalam kepala abang iparnya. Mungkin gegara kejadian lima tahun yang lalu itu membuat abang iparnya mendadak sakit jiwa.

Gempa bumi yang mengguncang desanya telah membawa pulang istri dan anak-anak ke Tuhan. Gubuk reot, itulah yang tersisa dalam hidupnya. Semua sudah pulang dan dia di tinggal sendirian meratapi kenyataan nasib menyedihkan. Mungkin itu sudah takdir yang harus dia jalani dan jangan sampai hanyut dalam suasana berduka.

Setibanya di gubuk, dia duduk termangu di atas kursi bambu. Menatap langit yang berbintang adalah hobi barunya. Tersenyum sembari mengenang masa lalu bersama keluarga. Perlahan air mata menetes, jatuh di atas pangkuannya. Ketika dia menatap langit ada wajah manis istri dan juga wajah lucu anak-anaknya. Berderai air mata, dia tidak sanggup lagi menahan rindu untuk kesekian kalinya.

Pagi tiba. Mendadak tubuhnya sangat lemah digerakkan. Batuk tiba-tiba saja menyerang tenggorokan. Penyakit lama yang dia alami kambuh lagi. Sejak berusia muda, dia sudah mengidap sakit kanker paru-paru. Sakit yang tak kunjung sembuh meski sudah dibawa berobat ke rumah sakit. Sudah berjam-jam dia terbaring di tempat tidur akibat batuk yang terus saja menderu tenggorokannya.