Cerpen Faris Al Faisal (Fajar, 30 Juni 2019)

Senyum Ranum Gadis Chrysanthemum ilustrasi Syahrizal - Fajarw.jpg
Senyum Ranum Gadis Chrysanthemum ilustrasi Syahrizal/Fajar

BAGAIMANA perasaanmu jika dirimu adalah seorang pemuda yang baru saja melihat gadis bernama Mum? Baiklah, jika kau belum pernah melihatnya. Mum adalah gadis yang sangat cantik. Kulitnya yang putih terbentuk dari aliran air telaga yang belum tersentuh tangan manusia, bibirnya begitu ranum seindah bunga chrysnthemum yang sedang mengulum senyum, dua alisnya begitu manis sekali pun tanpa lukisan pensil alis dan gamisnya yang panjang terjulur ke bawah seperti lengkung pelangi di langit senja menyentuh permukaan biru samudera. Engkau tentu dilanda kesan yang tak mudah hilang dari ingatan, lalu hatimu tertawan. Berhari-hari dilanda rindu dan dilamun impian. Demikian pula aku kepada Mum.

Di balik sebuah pagar yang terbuat dari bilah bambu yang dianyam, yang dibuat oleh tangan ayahnya yang mengerti betul tentang seni merawat rumah, dipelihara dengan siraman kasih sayang oleh ibunya yang setiap sore mengajari anak-anak tetangganya membaca qur’an. Ketika sedang bersilaturrahim ke ayahnya kudapati seorang gadis berkerudung dengan gaun yang berornamen warna-warna mahkota bunga chrysanthemum yang indah selaksana bunga juga sedang menemani ibunya mengejakan ayat-ayat suci kepada anak-anak dengan ketelatenan dan kesabaran.

Mum, kau adalah gadis chrysanthemum. Rekahmu membuatku terpesona, mahkotamu indah dengan aroma wangi yang menyebar segar. Tangkaimu kuat seteguh iman dan pendirian, tak mudah dipetik dan tak mempan bujuk rayuan, lembut perangaimu menjadi pedoman, dalam hatiku sering memohonkan doa semoga kau adalah jodohku.

Tetapi Mum adalah gadis pilihan. Idaman lelaki zaman sekarang. Begitu banyak pemuda datang meminangnya, melamarnya dan memintanya untuk menjadikannya istri namun tak satu pun pemuda itu mendapatkan hatinya.

“Saya hendak melamar anak Ayah. Pekerjaan saya adalah pengusaha.”

“Saya pun ingin meminang putri Ayah. Pendidikan saya sudah S-3.”

“Saya juga kepengen mempersunting gadis Ayah. Mum akan tinggal di rumah yang baru saja saya bangun di kawasan elite ibukota. Ayah dan Ibu mertua nanti saya berangkatkan haji tahun depan.”