Tanpa berpikir panjang lagi, bunda percikkan api ke arah tubuh suaminya yang tengah sekarat, dalam hitungan menit api telah membakar tubuh suaminya dengan sadis, api semakin menjalar dan menyembur tanpa ampun, suara teriakan terdengar begitu menyayat, pada akhirnya api telah melahap tubuh lelaki jahanam tersebut tanpa toleransi, sungguh tragis tubuh om Wira meregang dan hangus terbakar secara mengenaskan, nyawanya telah lepas.

“Bunda……………………….!!!!!!” aku menjerit dengan histeris ke arah bunda, aku samasekali tak percaya dan tak menduganya kalau bunda berani dan nekat melakukan tindakan sekonyol itu.

Kupeluk bunda dengan erat, aku menangis sesenggukkan dipelukannya, tapi bunda hanya diam seribu bahasa, sedikitpun ia tak meresponku, kediamannya hanya mampu dibaca oleh waktu yang meranggas dalam sunyi yang membunuh.

1 Desember 2017, duka yang menggamit kepedihan…..

Ry, aku samasekali tak menginginkan segalanya akan berakhir seperti ini, pernikahan bunda hanya seumur jagung namun harus berakhir dengan kisah tragis yang menghuru hara, kasihan bunda Ry harus mendekam di dalam penjara, beberapa minggu ini kesehatan bunda melemah, bukan hanya kesehatannya saja yang bermasalah tapi pikiran, jiwa dan mentalnya juga ikut bermasalah.

Teramat sedih diri ini Ry saat bunda tak lagi mengenaliku, peristiwa yang di alami bunda membuatnya terpukul, itu semua menjadi beban terberat dalam kehidupannya, hingga ia tak mampu menguasai gejolak hatinya sendiri.

Bunda tak lagi mampu menyeimbangkan pemikiran hati dan nuraninya yang tengah diamuk redam, ia memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri, ia tewas gantung diri di dalam sel tahanan, padahal tak akan lama lagi ia akan dirujuk ke rumah sakit jiwa agar mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

Ry, kepergian bunda terlampau mencincang perasaanku, kutuliskan diary kematian perempuan yang paling kusayangi dengan airmata yang tak akan pernah mengering, airmata yang meluruh dalam keterasingan yang tak bernama…..***

 

(Medan Senembah Gang Murni 2019)

Advertisements