Cerpen Indra Tranggono (Kompas, 23 Juni 2019)

Di Atas Tanah Retak  ilustrasi Tasia Sugiyanto - Kompasw.jpg
Di Atas Tanah Retak ilustrasi Tasia Sugiyanto/Kompas

Warga Desa Sela Cengkar menemukan mayat Maruti pagi itu ketika embun belum tuntas membasahi daun-daun. Mayat gadis itu tergantung di dahan pohon randu alas. Lehernya terikat tali tambang. Bergenteyongan. Lidahnya menjulur. Matanya menatap hamparan tanah retak.

Tangis ibu Maruti pecah, disertai tangis sanak saudaranya. Tangis mereka mencakar-cakar udara pagi.

Tanpa diperintah, beberapa lelaki memanjat pohon. Ikatan tali tambang di dahan dibuka, lalu disambung tali puluhan meter. Pelan-pelan orang-orang menurunkan mayat Maruti, hingga sampai tanah. Adegan ini diiringi tangisan, jeritan, dan lengkingan suara menyebut nama Tuhan berulang-ulang.

“Owalah nduk, sidane kowe mati nggantung…” (1) teriak nenek Maruti.

Orang-orang memandang wajah nenek Maruti. Namun, sang nenek tak peduli, “Lho. Maruti ki le kepingin nggantung wis bola-bali…. Ngapa kowe kabeh gumun?” (2).

Orang-orang terdiam. Mayat Maruti pun langsung dibawa pulang untuk disucikan.

***

Orang-orang mengenang Maruti tak lebih dari gadis desa pada umumnya. Sejak bocah, ia sehari-hari menapaki tanah-tanah retak di perbukitan gersang. Sepulang sekolah, ia harus berjalan berkilo-kilo meter untuk mencari air. Beberapa telaga yang kering membikin ia ternganga. Pedih. Yang ia temui hanya batu-batu dan kerikil hitam mengilat disengat sinar matahari.

Selebihnya, ia hanya bisa menunggu pengumuman dari kelurahan kapan truk tangki air datang dari kota. Setiap pengumuman itu berkumandang, sontak ia bersama gadis-gadis lain berlarian menuju halaman kantor kelurahan. Tangan mereka bergenteyongan membawa jeriken plastik. Antrean sangat panjang membuat Maruti baru sore sampai rumah. Pekerjaan itu dilakukan setiap hari dan bertahun-tahun, saat musim kemarau memanggang Desa Sela Cengkar, sampai Maruti tumbuh jadi perawan.

Meskipun nyaris setiap hari dibakar sinar matahari, kulit Maruti tidak terlalu gelap. Ini menambah keindahan tubuhnya yang tinggi semampai. Menyatu dengan wajahnya yang cantik dan damai serta rambutnya panjang yang terurai.

Advertisements