Cerpen Umi Salamah (Koran Tempo, 22-23 Juni 2019)

Aroma Darah di Antara Bunga Eastern Redbud ilustrasi Imam Yunni - Koran Tempo.jpg
Aroma Darah di Antara Bunga Eastern Redbud ilustrasi Imam Yunni/Koran Tempo 

Awal musim panas tahun ini, Westmount terguncang oleh penemuan mayat lelaki tanpa busana di sungai St Lawrence. Mayat itu tersangkut di tiang besi penyangga jembatan. Jauh lebih menggemparkan karena mayat itu ditemukan tanpa alat kelaminnya. Tak ada luka lain di sekujur tubuhnya, selain alat kelaminnya yang raib. Peristiwa ini pun menggemparkan seantero warga Westmount. Pasalnya, Westmount termasuk wilayah di Montreal yang jarang terjadi kasus kejahatan.

Di Westmount, pencurian di ruang publik hampir tak pernah ada. Bahkan di malam hari, jalanan bersih tanpa orang-orang mabuk. Wajar jika peristiwa ini menyulut amarah warga Westmount. Bagaimana bisa kejahatan luar biasa itu menimpa di wilayah mereka. Koran-koran, televisi, dan radio gencar menyiarkan kasus pembunuhan keji ini. Kepolisian setempat sibuk memecahkan kasus ini. Wali kota turun ke jalan menenangkan warga yang panik. Khawatir peristiwa ini akan terulang kembali.

Lima hari sejak penemuan mayat itu, pihak kepolisian belum memberikan kabar baik. Pelaku belum tertangkap. Bahkan siapa pelakunya pun belum diketahui. Pihak kepolisian sulit menemukan jejak pelaku dari tubuh korban karena telah terendam lama di dalam air. Penyebab kematian sudah jelas, akibat kehilangan banyak darah. Warga Westmount semakin resah.

Korban adalah pegawai kantor biasa di perusahaan nasional. Ia bukan selebritas, pejabat, bandar narkoba, mafia, dan sebagainya, yang pantas dibunuh dengan cara yang jauh dari kata manusiawi. Warga Westmount sendiri pun jarang yang mengenalnya, kecuali tetangga apartemennya. Korban bernama Adam, lelaki kulit putih yang tak memiliki catatan kriminal apa pun dan pekerja keras di kantornya.

Warga Westmount turun ke jalan. Mereka berdemo menuntut keadilan bagi Adam. Wilayah damai mereka harus dibersihkan. Mereka menuntut pihak kepolisian serius mendalami kasus ini. Demo tak akan dihentikan sebelum pelaku tertangkap. Sedangkan koran-koran dan televisi mulai berspekulasi jauh. Menduga korban salah satu mafia paling dicari pihak keamanan negara Kanada atau buronan teroris yang menyamar menjadi warga biasa.

Eva, yang tengah menyiapkan gerai mobil makanan poutine di taman dekat Rumah Sakit CLSC Verdun, melihat rombongan warga naik truk berduyun-duyun berdemo ke kantor kepolisian dan wali kota. Ia tak menyukai situasi Westmount yang kacau. Warga sepertinya hanya berfokus pada peristiwa itu. Hailey, bos sekaligus pemilik gerai mobil makanan poutine, yang sedang menggoreng kentang berulang kali berdecak.

Advertisements