Cerpen Ganda Pekasih (Suara Merdeka, 16 Juni 2019)

Legong Bulan ilustrasi Hery Purnomo- Suara Merdekaw.jpg
Legong Bulan ilustrasi Hery Purnomo/Suara Merdeka

Raja Agung Karna, Pangeran Sukawati yang tampan, sudah lama galau. Dia merasa sekarat bagai seekor serangga tua putus asa. Rakyatnya selalu marah-marah. Dia melihat istriistrinya seakan begitu cepat tua, makin hari bagai bunga jatuh berguguran, tak dapat membangkitkan gairah lagi.

Pangeran memohon ampun pada Brahma. Ia akui tak sungguh-sungguh mengurus rakyat karena terlalu sibuk dengan istri-istrinya. Namun dia minta dipertemukan dengan seorang gadis yang bisa membuatnya jatuh cinta untuk kali terakhir.

Suatu malam Raja bermimpi, di bawah bulan purnama keemasan sepasang penari turun dari langit dengan gerakan indah dan memesona. Belum pernah Raja melihat tarian itu. Raja senang mimpi itu dan percaya harus merekontruksi tarian itu; dimainkan gadis-gadis cantik pilihan sebagai persembahan kepada Brahma.

Raja dan para punggawa istana mencari gadisgadis, mengundang empu-empu tari, mengumpulkan para penabuh kendang. Setelah berhari-hari berjumpalah mereka dengan dua gadis cantik: Bulan Trisna Kinaryoshi dan Ayu Wahyuni Jingga.

Raja menggubah sepenuh hati tarian dalam mimpi itu. Namun ia juga makin terpesona pada salah seorang penari: Bulan Trisna Kinaryoshi. Raja telah jatuh cinta lagi. Jiwanya meletup bahagia, berbunga-bunga.

Setelah sempurna seperti ia lihat dalam mimpi, dia beri nama tarian itu legong. Penari berkain kebaya bersulam benang emas dan perak. Mereka bagai sepasang peri cahaya. Diiringi Tabuh Semar Pagulingan, siapa yang melihat tarian itu pasti terpesona, terutama dengan percintaan yang membuat laki-laki sangat bergairah.

Brahma di langit sangat senang menerima legong persembahan itu. Sementara Raja makin jatuh cinta, ingin memiliki seluruh jiwa gadis itu, Bulan. Namun Bulan berterus-terang telah mempunyai kekasih sehidup-semati, Rangga Sengog. Ayu Wahyuni Jingga yang masih sendiri.

Namun Raja hanya jatuh cinta kepada Bulan. Raja mudah memiliki cinta Bulan karena dia raja yang tak bisa ditolak keinginannya.

Rangga Sengog terenyak murung. Anak perajin daun lontar dari Karangasem itu cemas Raja telah berterus-terang menginginkan Bulan jadi istri. Sungguh, dia tak rela kehilangan Bulan. Mereka sudah lama saling mencintai. Bahkan telah berjanji sehidup-semati di hadapan Dewa Brahma.