Cerpen Kedung Darma Romansha (Jawa Pos, 02 Juni 2019)

Lebar-an ilustrasi Budiono - Jawa Posw.jpg
Lebar-an ilustrasi Budiono/Jawa Pos

1.

Kebanyakan orang pergi karena ingin menemukan jalan pulang. Begitu sebaliknya, yang tidak pernah pergi tidak akan menemukan jalan pulang. Lalu bagaimana jika yang pergi tidak pernah menemukan jalan pulang?

Baik, cerita ini akan aku mulai dari pos ronda yang persis berada di bahu jalan, samping gang yang masuk ke arah rumahku. Kamu tahu kalau pos ronda itu digunakan sebagai tempat jaga warga untuk keamanan kampung. Secara formal seharusnya begitu. Tapi bagaimana jika pos ronda ini tidak pernah kamu temukan di belahan dunia manapun. Pos ronda ini akan membuatmu mempunyai interpretasi lain tentang dunia yang sampai saat ini kamu anggap seperti kebanyakan. Bahwa kamu melihat dunia dari kaca matamu, atau dari bisikan orang serba tahu. Tapi kamu sendiri tak benar-benar melihatnya. Dari cerita di pos ronda inilah kamu belajar bagaimana sesungguhnya dunia bekerja.

Pos ronda ini, sepanjang usianya mempunyai kentongan hanya sekali. Sekarang kentongan itu hilang, bukan hilang, tapi menjadi asbak sebelum akhirnya dibakar bersama singkong tanah. Pos ronda ini tidak mempunyai jadwal ronda. Dan ini berlaku untuk semua pos ronda di kampungku. Lalu kenapa orang-orang membuat pos ronda? Mungkin untuk menjaga malam.

Pos ronda ini tidak pernah sepi, dan yang datang pun tidak berubah. Jika jam menunjukan pukul 11.00-12.00, yang datang adalah Dodi, pencuri kelas wahid di kampungku. Apalagi menjelang lebaran seperti ini. Tentu pengeluaran mesti sebanding dengan penghasilan. Kalau tidak, mesti mencari jalan keluar. Jalan keluarnya kemana tentu tergantung siapa yang memainkannya.

Dodi pernah dipenjara gara-gara mencuri mesin air dan hampir dibakar massa. Tubuhnya pernah diseret motor keliling kampung tapi tidak lecet segarispun. Maka kekesalan warga pun makin menjadi, tubuh Dodi disiram bensin dan menyeretnya ke tengah sawah dan menaruhnya di atas tumpukan jerami mirip orang-orangan sawah. Tapi sebelum aksi pembakaran dimulai, polisi datang untuk mengamankan Dodi. Mirip polisi di film-film India. Meskipun di India belum tentu ada polisi semacam ini. Akhirnya Dodi selamat, dan mengulanginya kembali setelah keluar dari penjara.

Advertisements