Cerpen Wakhid Syamsudin (Minggu Pagi No 09 Th 72 Minggu V Mei 2019)

Sendiri ilustrasi Minggu Pagiw.jpg
Sendiri ilustrasi Minggu Pagi 

Lutfi merasa benar-benar sendiri. Meski dalam ruangan kelas ada 35 siswa, tapi ia merasa bahwa mereka hadir tidak untuknya, dan keberadaannya tidak dianggap oleh mereka. Mungkin ini semua adalah konsekuensi yang harus dijalaninya, akibat sikap yang ia pertahankan.

Saat jam istirahat, ketika beberapa teman sekelasnya bergerombol di salah satu meja, Lutfi pernah mendekat. Tapi ia kecewa karena semua mendadak bubar, atau berpindah ke kelompok kecil lainnya. Septian sempat berkata dengan nada sinis, “Tidak ada teman untuk orang yang tidak setia kawan.”

Perkataan Septian ditimpali oleh Fadli, “Pintar cuma buat diri sendiri, buat apa berteman dengan kami?”

Lutfi tidak mampu menjawab apa-apa. Ia sadar betul, teman-temannya merasa kesal karena setiap kali ada pekerjaan rumah, tugas sekolah, bahkan ulangan, ia memang tidak pernah bersedia pekerjaannya dicontek siapa pun.

“Biar dia rasakan hidup sendirian,” sentak Alfian sambil menjauh dari Lutfi.

Lutfi mengalah, dan dia terima perlakuan teman-temannya dengan lapang dada. Mau apa lagi, ia memang tidak akan pernah sekalipun mengubah sikap. Ia paling benci ada teman yang hanya mengandalkan pekerjaan teman lain, meniru dan menconteknya tanpa mau berpikir sendiri. Bahkan tugas yang jawabannya jelas ada dalam buku paket saja, mereka malas mencarinya. Biarlah, Lutfi rela hidup sendiri di dalam kelas. Ia jadi orang asing di tengah teman-temannya.

Hari ini pulang agak cepat dari pada hari biasanya. Bapak ibu guru ada rapat pleno, jadi siswa diharap belajar di rumah.

Lutfi melangkahkan kaki ke luar gerbang sekolah. Ia berencana mampir warnet yang ada di seberang sekolah. Ada tugas yang harus dikerjakan, dan referensinya harus dicari di internet.

Beruntung, ia masih kebagian salah satu bilik warnet yang ternyata penuh pengunjung. Rupanya kesempatan pulang awal, dimanfaatkan juga oleh teman-temannya untuk ke warnet. Tapi Lutfi tahu, tidak semua temannya ke warnet untuk mengerjakan tugas, kebanyakan mereka memilih main game online, atau sekadar nonton video di YouTube.