Cerpen Yulia Tasnim (Analisa, 22 Mei 2019)

Ramadan Memeluk Kesunyian ilustrasi Alwi - Analisaw
Ramadan: Memeluk Kesunyian ilustrasi Alwi/Analisa

Apa yang akan kau lakukan ketika perasaan gelisah muncul begitu saja. Ketika bangun tidur, tiba-tiba saja dadamu bergetar hebat, tanpa tahu apa sebabnya. Tak jarang membuatmu bermenung dan memikirkan bagaimana kegelisahan ini bisa diselesaikan bersamaan dengan segala pikiran yang tengah bergejolak.

Belakangan ini perasaan itu mulai menganggu setiap rutinitas. Perasaan yang sering muncul secara tiba-tiba tanpa sedikit aba-aba. Perasaan yang lagi-lagi menciutkan segala keberanian. Ah, entah nama apa yang harus kuberi untuk menyebutkan perasaan tidak karuan ini. Aku mulai tidak terkendali.

Seminggu setelah kejadian itu, aku sulit untuk kembali membuka diri atas segala hal. Aku memilih untuk tertutup. Kehilangan membuat setiap kebebasan seolah terke­kang. Kepergian meninggalkan banyak kenangan yang pahit. Waktu! Benarkah waktu mampu menyembuhkan setiap luka yang kini tengah semarak di dada?

Aku selalu ingin menemukan jawaban atas sikap keragu-raguan. Membenahi yang telah lama terbengkalai. Menata hati yang seringkali merasa sepi, dan rasa yang sering salah tempat. Atau kau dan aku yang bahkan tidak saling memahami perihal kita?

“Hai, Fi. Long time no see.”

“Fe…Fendy?”

“Bukankah kau senang aku telah datang?”

Deg… Jantungku berdebar tidak karuan, Segala kecambuk di kepalaku mendadak buyar. Laki-laki ini menyela lamunanku. Laki-laki yang tiba-tiba saja memulai percakapan di waktu yang tidak tepat

“Kau mengagetkanku, Fendy. Kau kesini sendirian, siapa temanmu ?”

“Aku datang kemari sendirian, Fi. Rara dan Ayu tidak bisa menyusul. Pekerjaan mereka tidak bisa di tinggal karena sebentar lagi kita sudah puasa. Mereka menitip salam dan meminta maaf belum bisa menemani kamu di saat seperti ini.

“Tidak apa-apa Fendy.”

“Sepanjang jalan aku merasa gelisah karena kabar duka ini justru tidak aku dengar darimu. Mengapa kau tidak memberitahuku begitu ibu meninggal?”

“Dasar pria lebay. Tapi, makasih loh udah datang jauh-jauh dari Medan buat ketemu sama aku.”

Advertisements