Cerpen Anas S. Malo (Haluan, 12 Mei 2019)

Kebencian Seorang Wanita ilustrasi Istimewaw.jpg
Kebencian Seorang Wanita ilustrasi Istimewa 

Seperti anggapan orang-orang, Samira gila. Namun, harus kukatakan, anggapan itu tidak benar. Aku yakin dengan itu. Kalau aku tidak mengenal luar dan dalam tentang dia, berarti persahabatan kami yang terjalin selama puluhan tahun tak kan berarti apa-apa.

Samira bukan tipe orang pendiam. Dalam arti, diam tidak melakukan sesuatu dan tidak menggerakkan tubuhnya, meskipun dalam kondisi hamil seperti sekarang. Ya, di usianya yang tidak muda lagi, dia hamil. Katanya, jika Tuhan telah menitipkan karunia, tidak ada alasan lagi bagi-Nya untuk tidak mewujudkannya. Itu sepenangkapanku dari obrolan sore kami, menjelang tenggelamnya senja kemerahan-merahan.

Usianya sudah hampir 42 tahun. Tentu itu usia yang tidak lazim untuk kehamilan anak pertama. Tapi kebahagiaan terpancar dari kehamilannya. Sayangnya, suaminya tak demikian, bahkan cenderung tak peduli dengan kehamilannya. Suaminya sering keluar malam. Kelayapan ke sana kemari. Mabuk-mabukan, Tak jarang bermain judi. Tak jarang pula, berlaku kasar pada Samira. Hanya janin di kandungan yang menjadi alasan bagi Samira untuk tetap bertahan.

Setelah beberapa bulan, kandungan Samira semakin membesar. Berjalan pun semakin kepayahan. Ia sering mual. Tidur tak nyenyak. Pinggang sering pegal. Sering kali bayi yang ada di perutnya menggedor-gedor.

Samira sering berjalan kaki mengelilingi kampung ketika pagi buta. Kala asap-asap tipis masih menutupi gunung-gunung kapur berbaris indah. Jalan berkapur membentang menuju ladang Beberapa ladang ditanami palawija dan tanaman tembakau. Sebagian lagi ditanami jagung.

Jika Anda datang ke kampung kami, Anda akan lihat pohon-pohon jati berderet di sepanjang jalan. Selain itu, di beberapa tidk area akan Anda dapati pohon sukun dan pohon-pohon lain seperti, pohon jambu mente dan pohon mangga.

Pernah suatu ketika, Samira datang ke Posyandu. Ia mengeluh, sering pusing dan badannya cepat lelah. Kata dokter, itu penyakit anemia. Itu sudah lumrah bagi ibu hamil, karena kekurangan zat besi, Maka, dokter menyarankan Samira untuk mengonsumsi daging sapi atau daging ayam, atau sayur-sayuran seperti bayam dan tomat.

Advertisements