Cerpen Ifrah Amelin (Rakyat Sumbar, 04-05 Mei 2019)

Kamu Senjaku ilustrasi Rakyat Sumbarw.jpg
Kamu Senjaku ilustrasi Rakyat Sumbar 

HARI itu, langit begitu cerah. Awan  biru  menggambarkan suasana hatiku. Ponsel yang tadi kugenggam berbunyi. Aku bahagia karena nama yang tertera di layar ponselku adalah panggilan dari dia.

“Hallo,” jawabku singkat memulai percakapan.

“Hallo, Mee, ini aku, Radit,” dia membalas sapaku.

“Iya Radit, ada apa?”

“Apakah sore ini kamu ada waktu?”

“Memangnya kenapa?” jawabku.

“Aku ingin menikmati senja yang tenggelam, jam setengah lima sore kujemput.”

Aku bahagia. Sangat bahagia. Iya Radit, lelaki yang selama ini aku inginkan tiba-tiba mengajakku menikmati senja. Walaupun sebenarnya aku tidak begitu menyukai senja.

Jam pun berlalu, aku pun telah siap dengan jeans dan jaket berwarna biru muda yang aku kenakan, tidak lupa dengan sepatu kets putih yang sering aku ajak jalan.

Radit pun datang. Kulit coklat, mata sipit dengan alis lentik, dan bibir tipis yang tersenyum kepadaku. Aku pun membalas senyumnya. Dia begitu kelihatan manis dengan kemeja hitam lengan tiga perempat yang dipakainya dan ninja hijau yang sering kunaiki.

“Sudah siap?” tanya Radit.

“Siap dong. Kamu mau ngajak aku menikmati senja di mana?” balasku.

“Ada deh, nanti kamu juga akan tau.”

***

Setengah jam berlalu dan kami masih menikmati jalanan aspal dengan sekali-kali dia menjahiliku. Tidak lama setelah itu, kami sampai di sebuah puncak. Dari sana aku dan Radit menikmati detik-detik tenggelamnya matahari ke tempat peristirahatannya itu.

Radit membawa kompor kecil dengan gas isi ulang yang kecil, dia mengeluarkan kopi dan gula lalu mulai membuatnya.

“Ternyata senja itu indah ya,” ucapku yang memulai obrolan kecil agar tidak kaku.

“Iya… indah sepertimu.”

Wajahku memerah, entah itu hanya bercanda atau serius. Aku tidak tahu. Yang aku tahu, aku hanya senang bahkan sangat senang ketika ia berbicara seperti itu kepadaku.

Advertisements