Cerpen M Firdaus Rahmatullah (Koran Tempo, 27-28 April 2019)

Kunci dan Cerita-cerita Lainnya ilustrasi Yuyun Nurrachman - Koran Tempow.jpg
Kunci dan Cerita-cerita Lainnya ilustrasi Yuyun Nurrachman/Koran Tempo 

/1/

Kunci Pertama

Ia masih sembilan tahun dan ingin sekali membuka pintu itu. Pintu itu berada di pekarangan belakang rumahnya dan berjarak beberapa meter dari dapur. Pintu itu selalu ditutup. Ibunya tak pernah membuka pintu itu sekali waktu meski hanya untuk melihat apa yang ada di baliknya.

Suatu hari, ia mendengar suara anak yang mungkin seumuran dengannya. Suara itu terdengar begitu gembira seolah sedang memainkan suatu permainan. Begitu banyak keriangan yang ia dengar, dan itu ada di balik pintu itu.

Ibunya tak pernah bilang apa yang ada di sana, apalagi bercerita. Namun, suara-suara itu seolah memanggilnya, mengajaknya turut serta bermain dan berharap menjadi kawan baru bagi mereka.

Tapi itu hanya sia-sia.

Ia tak menemukan apapun untuk membuka pintu itu, apalagi membukanya. Ada sesuatu yang hilang, atau sengaja disembunyikan oleh Ibu supaya pintu itu tak pernah terbuka atau dibuka oleh siapa pun.

Beberapa hari ia memikirkan cara agar dapat membuka pintu itu dan mengetahui siapa-siapa yang selama ini memanggilnya.

Suatu malam, ia menemukan cara itu. Cara seorang bocah yang tak mungkin terpikirkan oleh orang dewasa. Bahkan tak akan diketahui oleh Ibu. Ya. Ia akan menjadi udara, menerobos lubang kecil di pintu itu lantas menyapa teman-teman barunya di sebalik pintu yang tak pernah dibuka itu.

/2/

Kunci Kedua

Ada sebuah kamar yang begitu aku benci, bukan lantaran kamar itu letaknya yang tidak berada di rumah utama, melainkan kamar itu tak pernah dibuka, kecuali oleh Papa.

Bertahun-tahun, bahkan semenjak kelahiranku, kamar itu tetap seperti itu: tua dan lusuh. Aku hanya beranggapan bahwa kamar itu semacam gudang, sedangkan Papa tak pernah bercerita apa yang ada di dalam kamar itu.

Advertisements