Cerpen Sumiati Al Yasmine (Analisa, 24 April 2019)

Ketika Bintang Telah Redup ilustrasi Analisaw
Ketika Bintang Telah Redup ilustrasi Analisa 

Mampukah kau berhenti pada tepian jalan ini? Mengamati tatanan sunyi yang mengambang di antara pagi yang tak akan pernah menjadi milikmu lagi, kau bersimpuh pada kepolosan yang tak mampu terlupakan, sejenak, tak ingin melepaskan rengkuhan angin dan gelak tawamu di masa-masa tersulit, ia selalu diam, menyembunyikan segala kepenatan hatinya tentang hidup….

Jari jemarinya lentik, kekuatan terhebatnya ada di kedua matanya, karena dengan memandang kedua matanya, hati seakan tersihir, kedua mata itu seakan menyimpan cerita dengan warna-warni yang berbeda, dalam senyumannya tersimpan misteri yang tak mampu untuk diluluhkan, suaranya lembut, selembut pagi membelai langit. Bintang, demikianlah namanya, ia adalah murid kelas III di Mis Alfatih. Cita-citanya ingin menjadi guru, ia juga pandai menggambar dan mewarnai. Sekalipun ia tertutup, namun ia pribadi yang menyenangkan bagi teman-teman sekelasnya. Bintang duduk sebangku dengan Hasana, mereka berdua bersahabat dengan baik.

Bintang termasuk anak yang pintar dalam belajar, tulisannya rapi, selalu teliti dan cermat apabila menyelesaikan tugas dan ujian, terbilang rajin dan tekun dalam mengerjakan PR, bila dilihat dari prestasi belajarnya ia masuk kategori istimewa, selalu menjadi bintang kelas dengan menduduki peringkat I secara bertahan. Bintang memiliki cacatan prestasi yang baik di sekolah terlebih di hati guru-gurunya, sudahlah pintar, baik, berakhlaq santun, tentunya ia menjadi sosok yang disenangi di lingkungan sekolah. Beberapa minggu ini Bintang jarang sekolah, bisa dibilang dalam seminggu hanya dua atau tiga kali ia bersekolah, selebihnya absen. Ia tampak membatasi interaksinya dengan teman-temannya, sering menyendiri, melamun, ia lebih senang menghabiskan jam istirahatnya di dalam kelas. Hal demikian membuat ibu guru Zakia merasa sedih.

Ibu guru Zakia sering mengajak Bintang ngobrol di jam istirahat, namun tetap saja, ia tak bergeming, membuka mulut saja pun tidak. Serentak ia pergi meninggalkan ibu gurunya sendirian di dalam kelas. Bintang tak lagi ceria, sepertinya ada sesuatu hal yang ia sembunyikan, namun entah apa itu, ibu gurunya tak tahu. Semenjak itulah ibu guru Zakia selalu memikirkan tentang anak muridnya tersebut, dalam kesehariannya Bintang mengalami penurunan prestasi belajar, daya serap belajarnya terbilang rendah, hasil ulangannya banyak yang tidak mencapai KKM, untuk itulah ia sering mendapatkan tugas remedial dari ibu gurunya, Bintang tak lagi menjadi bintang di dalam kelasnya, bayangkan saja, tugas-tugas latihan yang diberikan ibu gurunya ketika belajar di dalam kelas tak pernah ia selesaikan dengan baik, ia bahkan sering tak mengerjakan PR, hal tersebut mengakibatkan nilainya turun secara drastis, hasil rapor di semester ganjilnya terbilang menurun, jangankan lima besar, sepuluh besar saja ia tak dapat meraihnya, Bintang memang benar-benar berbeda, apa yang membuatnya berbeda?

Advertisements