Cerpen Ken Hanggara (Radar Selatan, 22 April 2019)

Melahap Kenangan ilustrasi JEAN MICHEL BASQUIAT - Radar Selatanw.jpg
Melahap Kenangan ilustrasi JEAN MICHEL BASQUIAT/Radar Selatan

Sudah seminggu terakhir ini kulahap kenangan tua yang mendekam di lemari baju. Mereka, kenangan-kenangan itu, berupa kupu-kupu yang kuperangkap dalam botol air mineral. Botol-botol ini tentu kurawat bertahun lamanya, dengan harapan mereka dapat menyembuhkanku dari rasa rindu setiap waktu.

Itu dulu. Pemikiran bahwa kenangan tua yang tidak selalu manis dapat mengobati rindu, jelas salah besar, dan aku sadar itu baru-baru ini. Aku sadar betapa selama ini aku tenggelam oleh koleksi kenangan yang seharusnya kubuang sejak dulu.

Bagaimana aku yakin soal ini, adalah dari fakta yang kualami bahwa sejak terakhir kali ditinggal kawin pacarku, aku tidak pernah jatuh cinta, kecuali sekali, dan itu pun gagal. Setelah bertahun-tahun lewat, dadaku kosong melompong, dan bangsa setan pun mengisi waktu luang di sana. Setan-setan menguasaiku dan berbuat dosa lewat tubuhku, sebab itu bantuk balas dendam terbaik dari masa lalu.

Karena ini, setelah sekian tahun gagal membina asmara, dan menyimpan sisa kisah cinta dalam wujud kupu-kupu ke botol bekas air mineral, dan kemudian jatuh cinta lagi pada seorang gadis yang terjadi secara mendadak, aku rasa kenangan-kenangan tua yang kusimpan di botol-botol tidak perlu lagi kusimpan.

Keputusan ini kuambil begitu saja dengan harapan akan ada perbedaan. Sejak dulu kenangan-kenangan tadi kuperlakukan dengan baik, tetapi justru hidupku terkungkung dan aku menderita.

Aku percaya, mungkin, dengan membuang mereka, tidak perlu ada kegagalan lagi. Ketahuilah, menyimpan kenangan tua saat kau jatuh cinta pada suatu hari di masa kini, adalah kesalahan besar. Sebab, jatuh cinta adalah saat kau seharusnya menatap lurus ke depan, dan bukan lagi-lagi menoleh ke belakang.

Tanpa keraguan, kulahap kenangan-kenangan tua tentang kegagalan asmara tadi. Jumlah mereka cukup banyak, sebab satu kisah asmara dengan satu kegagalan pada setiap jengkalnya meliputi setidaknya belasan kupu-kupu.

Aku tidak tahu bagaimana berbongkah kenangan tua bisa menjadi kupu-kupu yang amat banyak? Aku tidak berpikir yang dapat melihat bentuk kupu-kupu tersebut hanya aku, dan bukan orang lain. Tapi aku juga tidak membayangkan setiap orang di luar sana melihat koleksi aneh di lemari bajuku berupa kupu-kupu. Yang kutahu, mereka memang sangat mirip kupu-kupu sehingga botol-botol air mineral bekas yang kupakai harus benar- benar kering dan diberi lubang agar mereka tidak mati.

Advertisements