Cerpen Tulus La Mbuna (Rakyat Sultra, 08 April 2019)

Darah ilustrasi Metro Tempo.co.jpg
Darah ilustrasi Metro Tempo.co

“Ke mana lagi kamu akan lari, atau sekadar mau bersembunyi?”

Gerombolan itu pasti akan datang lagi. Mereka masih dan terus saja menghantui. Meminta sokongan uang dari kita, dan memaksa kalian, para lelaki, untuk menjadi pasukan pemberontak.”

“Di Kampung Tangkeno yang miskin dan sesak ini, mereka tidak juga berhenti datang mengganggu. Memaksa kita untuk mengikuti mereka yang menginginkan revolusi itu.”

“Apakah masih bisa kita selamat atau sekadar berharap untuk suatu keselamatan? Sementara orang-orang yang kita anggap dapat melindungi kita pun, tidak sanggup berbuat apa-apa, bahkan harus ikut-ikutan lari dan bersembunyi.”

“Benar, kemarin gerombolan itu datang sesuai berita yang telah disampaikan I Mahi. Mencari kalian semua, mencari imam kita, Nuhung, untuk menjadi bagian dari mereka, tepatnya menjadi pasukan revolusi.”

“Mereka menggeledah semua gubuk yang ada, isi gubuk kita yang sedikit dan kumuh ini dikeluarkan semua. Lalu mereka hamburkan di depan gubuk. Gula Kaluku yang kita masak untuk dijual di pasar mereka tumpahkan ke tanah, saat Wa Tinabe mengaduknya ketika hampir masak. Wajannya mereka belah dengan parang panjang yang mengilap, mungkin itu yang disebut samurai.”

Saya melihat begitu jelas kesedihan yang kau rasakan pada saat itu. Suami mana dan macam apa yang tidak akan terpukul apabila istrinya mengesah di hadapannya seperti itu. Bagaimana mungkin saya, seorang suami, seorang kepala kelurga, mampu berdiri dengan tegar, sementara pada saat yang sama saya tidak dapat berbuat apa-apa, saya tidak berdaya.

“Bagaimana lagi kita harus hidup? Anak-anak kita butuh makan dan sekarang kebun sudah tidak terurus.”

Anak-anak kita, mereka semakin kurus. Anak-anak yang masih kecil dan belum juga mengenal dunia harus tumbuh dalam tekanan dan ketegangan. Setiap saat melihat ibunya menangis, melihat setiap orang tua renta berteriak, merintih, menangisi nasib, melihat bapaknya hidup sebagai seorang pengecut.

Advertisements