Cerpen S Prasetyo Utomo (Suara Merdeka, 07 April 2019)

Topeng Arum ilustrasi Hangga - Suara Merdekaw
Topeng Arum ilustrasi Hangga/Suara Merdeka

Keheningan merasuki jiwa Arum, menenteramkannya sejak menempati Sanggar Pawening di tengah alam pedesaan. Ia mengikis batin yang keropos, kehilangan harapan. Ia menikmati keheningan sanggar yang senantiasa mengusiknya untuk mencipta gerakan-gerakan tari. Tak pernah bisa meredakan, ia terusik mencipta tari topeng. Aura magis menggetarkan seluruh lekuk dan persendian tubuh ketika menari topeng. Tetapi ia belum mencapai kesempurnaan gerak ketika mencipta puncak perjalanan karakter tari topeng yang membebaskan keangkaramurkaan. Ia berupaya memperagakan gerak ksatria yang mengalami pertempuran jiwa angkara murka dan jiwa yang memurnikan nafsu duniawi. Ia terus menari untuk mencapai karakter ksatria yang memenangkan ketulusan batin pada akhir pergelaran.

Tak pernah letih Arum berlatih tari topeng. Ia merasa malu atas perangainya; mencari perasaan nyaman di balik topeng. Bukan lantaran wajah itu keriput, menua, dan bergelambir. Ia merasa malu lantaran tak berada di tengah-tengah keluarga: suami, kedua anak perempuan, menantu, dan cucu.

Ia dihantui rasa bersalah tidak mendampingi putri bungsunya, Dewi Laksmi, ketika menikah, mengandung, dan melahirkan anak. Ia kangen berada di antara kehangatan keluarga baru Dewi Laksmi. Ia kehilangan kesempatan menjadi nenek, yang senantisa mengayun-ayun cucu dalam buaian lengannya yang kian kisut. Ia merasakan tanda-tanda ketuaan, rapuh, dan tak percaya diri. Tetapi ia tak mau mengutuki diri sendiri. Ia mencipta tari topeng yang mengisahkan kesunyian seorang ksatria yang meredakan keangkaramurkaan dalam dirinya sendiri. Selalu saja, ia menciptakan tarian dengan pergolakan batin ksatria yang tak menemukan ketenteraman jiwa.

Arum tak peduli bila topeng-topeng yang dikenakan para penari dibeli dari Gani. Topeng-topeng itu pahatan Gani. Topeng-topeng itu memberinya kekuatan untuk menemukan gerakan-gerakan tari baru. Tiap kali mengenakan topeng-topeng pahatan Gani, terasa getaran detak nadinya mengalirkan kisah-kisah tarian yang tak pernah terpikirkan.

Advertisements