Cerpen Komala Sutha (Kedaulatan Rakyat, 07 April 2019)

Tim Sukses ilustrasi Joko Santoso - Kedaulatan Rakyatw
Tim Sukses ilustrasi Joko Santoso/Kedaulatan Rakyat

TIBA-TIBA saja Hari memberikan sebuah amplop panjang coklat pada istrinya. Mata istrinya seketika terbelalak setelah menghitung lembaran-lembaran uang bergambar sang proklamator. Betapa tidak ? Uang sebanyak itu mampu menghidupi keluarga selama beberapa bulan.

“Uang darimana, Mas?” tanya Irma, istri Hari. Senyumnya mengembang. Baru kali pertama merasa senang untuk yang berhubungan dengan uang. Selama lima tahun mengarungi rumah tangga, acapkali mengalami kekurangan uang. Gaji honor suaminya dari sebuah SMP swasta, jelas tak akan cukup jika mengikuti perhitungan Matematika.

“Tak usah banyak nanya, yang pasti itu uang halal,” jawab sang suami lalu beranjak meninggalkan istrinya sendiri. Menghampiri motor di halaman lalu bergegas mengendarainya.

Sejak itu, Hari jarang di rumah. Sepulang dari tempat mengajar, hanya mampir ke rumah sebentar. Ia pun sudah jarang mencicipi masakan istrinya karena terburu-buru harus pergi lagi. Masa Pemilu tinggal menghitung hari.

“Jadi tim sukses Bu Indri.. pastilah makmur,” kata Burhan menggoda Irma saat bertemu di warung Mbak Wati.

“Ya iyalah… modalnya banyak, uangnya kayak yang beranak cucu, gak pernah habis…” Usman menimpali.

“Ngomong-ngomong. Bu Indri caleg perempuan satu-satunya dari kampong kita, ya?” seorang sok intelek menimpali.

“Ya… dan cantik,” Burhan nyengir.

“Aku juga mau kalau disuruh jadi tim suksesnya…” Ali ikut nimbrung. Irma bergegas meninggalkan warung. Lama-lama perbincangan mereka suka ngawur. Menyindir perihal suaminya yang sibuk melakukan aksi agar mendapat suara banyak untuk orang yang dibelanya.

Advertisements