Cerpen Khairul Anam (Padang Ekspres, 31 Maret 2019)

Kakek dan Nenek Misterius ilustrasi Orta - Padang Ekspresw.jpg
Kakek dan Nenek Misterius ilustrasi Orta/Padang Ekspres 

Suatu hari, ketika aku berlibur dengan Mela istriku, aku merasa kakek dan nenek yang aku lihat tadi di dekat pintu masuk, sedang mengikuti kami. Mereka mengikuti kami yang berjalan melewati beberapa anak tangga menuju air terjun. Mulanya aku merasa biasa, tetapi setelah kami berjalan kemana-mana dan mereka mengikuti kami, kami merasa ada yang ganjil dengan kakek dan nenek itu.

Aku mengajak istriku untuk duduk dulu di dekat air terjun. Memandangi air terjun, mencoba mengalihkan perhatian agar tidak memperhatikan kakek dan nenek yang sedari tadi terus mengikuti kami.

Mereka juga ikut duduk, dengan jarak yang agak jauh. Sesekali, aku mendengar mereka bercanda layaknya pasangan muda. Terdengar pula, samar-samar mereka membicarakan kami sambil menertawakannya. Istriku juga mendengar hal yang sama, ketika aku bertanya, “Apakah kamu mendengar mereka membicarakan kita?”

Sempat muncul niat memarahi mereka karena menganggu waktu kami. Tetapi, setelah ku pikir ulang, dari bukti dan perilaku saja mereka itu tidak salah. Mereka juga pengunjung disini, tentu berhak mendapatkan hal yang sama dengan kami meskipun mereka sudah tua.

Istriku beranjak lagi, ia memilih tempat yang agak jauh dari mereka. Ia berjalan ke batu yang pas buat kami berdua. Batu itu terletak sangat dekat dengan air terjun. Sehingga kami yang duduk di dekatnya, sering terkena siratan airnya. Sejuk, dan menyenangkan kata istriku sambil menengadahkan kedua tanganya, menampung siratan air lalu membasuhkan ke wajahnya.

Namun lagi-lagi, kakek dan nenek itu duduk di dekat kami. Malah lebih dekat dari sebelumnya. Kali ini, mereka hanya diam menatap air terjun yang terjun gemericik ke bawah. Tangan mereka bergandengan, kepala sang nenek disandarkan ke pundak sang kakek. Mereka bernyanyi dengan samar-samar aku mendengar; mereka bernyanyi lagu romantis yang sering pasangan muda nyanyikan saat ini. Lagu yang juga sering aku nyanyikan dengan Mela istriku. Kuperhatikan dengan khidmat mereka saat ini, sambil memandangi wajah istriku, yang aku rasa, ia menjadi masa bodoh terhadap kakek dan nenek tadi, mungkin ia lebih tertarik menikmati air terjun daripada mengurus kakek dan nenek yang mengikuti kami sejak tadi.

Advertisements