Cerpen Mashdar Zainal (Jawa Pos, 24 Maret 2019)

Saat Orang-Orang Terlelap, Matahari dan Rembulan Bertemu Diam-Diam ilustrasi Budiono - Jawa Posw.jpg
Saat Orang-Orang Terlelap, Matahari dan Rembulan Bertemu Diam-Diam ilustrasi Budiono/Jawa Pos 

PERAWAN itu bernama Maria. Nama lengkapnya Gamaria atau Kamaria atau lebih fasihnya: Qomaria. Kata itu berasal dari bahasa Arab dan berarti rembulan. Setelah sebuah cerita yang kelak akan mengubah takdirnya, ia mengenal dirinya sebagai Perawan Rembulan. Tapi Maria, ia benar-benar tak mirip rembulan. Tubuhnya begitu kurus, kusam, dan tak bercahaya. Dari kejauhan ia tampak seperti pohon pisang yang telah diambil buahnya. Layu. Menyisakan kelaras kering yang compang-camping. Maria sedikit membungkuk dan agak tertatih saat berjalan. Betapa tak seorang pun akan percaya bahwa Maria yang demikian itu sejatinya masih sangat belia. Dan seharusnya ia sedang mekar-mekarnya.

Begitulah Perawan Rembulan kita. Perawan 18 tahun yang dianggap gila oleh ibunya sendiri. Yang dianggap terkena penyakit imsomnia kronis oleh ayahnya sendiri. Dan dianggap sebagai gadis paling aneh di jagat raya oleh adiknya sendiri yang baru berumur 12 tahun.

“Orang-orang tak akan memahamiku, seperti tak memahami ke mana rembulan pergi pada waktu-waktu tententu,” bisiknya kepada langit di atas loteng. Bisikan yang hanya bisa ia dengar sendiri.

Maria selalu percaya bahwa di malam hari, saat orang-orang terlelap, saat rembulan menghilang di ketinggian langit, sesungguhnya rembulan tengah menemui matahari secara diam-diam. Di sebuah tempat rahasia. Maria memercayai itu sama seperti memercayai keberadaan Tuhan. Karena itu, Maria jarang sekali tidur di waktu malam. Maria ingin membuktikan, ketika rembulan menghilang di malam hari, sebetulnya ia tidak menghilang. Ia hanya berada di suatu tempat di mana ada matahari di sana.

Nyaris saban malam Maria duduk berlama-lama di loteng rumahnya untuk memandangi rembulan. Maria mengintainya dari malam ke malam. Pada malam-malam saat rembulan tinggal separuh atau berbentuk sabit, jantung Maria mulai berdebar. Ia yakin sesungguhnya rembulan tengah menyeberangi sebuah pintu bulat yang membuat separuh tubuhnya tak tampak karena tertelan daun pintu bulat—yang juga tak tampak. Separuh dari tubuh rembulan tengah berada di suatu tempat di mana ada matahari di sana. Di sebuah tempat rahasia.

Advertisements