Cerpen Ardy Kresna Crenata (Koran Tempo, 23-24 Maret 2019)

Mayat tanpa Bola Mata ilustrasi Koran Tempo.jpg
Mayat tanpa Bola Mata ilustrasi Koran Tempo 

Korban kali ini seorang model, seorang gravure idol yang sedang naik daun. Seperti empat korban sebelumnya, rongga matanya pun kosong; sepasang bola matanya telah diambil dan mungkin dibawa oleh si pelaku, dan mungkin dibuangnya di suatu tempat, atau dikoleksinya, atau bahkan dimakannya. Terkait dengan hal ini ada satu hal membingungkan yang sampai saat ini belum seorang pun mampu memecahkannya, yakni soal bagaimana si pelaku mengambil sepasang bola mata korbannya, membuat rongga mata korbannya itu kosong. Pasalnya, tidak ada noda darah ataupun bekas luka di seputar rongga mata itu. Dan bukan hanya itu, noda darah dan bekas luka itu juga tak ditemukan di sekujur tubuh korban; seolah-olah korban begitu saja kehilangan sepasang matanya begitu juga nyawanya.

Kasus aneh ini bermula tiga bulan lalu. Korban pertama adalah seorang office lady di sebuah perusahaan periklanan di pusat kota. Ia ditemukan sudah tak bernyawa di sebuah gang pada malam larut oleh seorang polisi yang sedang berpatroli. Mayatnya dalam keadaan baik-baik saja kecuali rongga matanya yang kosong itu. Setelah pihak kepolisian melakukan autopsi dan serangkaian penelusuran, diketahui bahwa korban semasa hidupnya tak punya riwayat kesehatan yang buruk seperti potensi terkena serangan jantung atau semacamnya, bahkan ia tipe orang yang gemar berolahraga dan jarang sekali sakit apalagi menjalani rawat inap. Terkait dengan lingkaran sosialnya sendiri, korban tergolong orang yang tak suka mencari masalah dan dikenal rekan-rekan kerjanya sebagai orang yang ramah. Kematian korban yang misterius ini sempat menjadi santapan media selama dua minggu penuh, sampai akhirnya korban kedua ditemukan.

Berbeda dengan korban pertama, korban kedua adalah seorang lelaki. Ia di pertengahan dua puluhan, sedang bekerja di sebuah perusahaan asuransi sebagai wiraniaga. Ia ditemukan telah meninggal di tempat parkir gedung kantornya, di dalam mobilnya sendiri, tentunya dengan rongga matanya yang telah kosong. Ia masih mengenakan pakaian kantornya-setelan jas-celana abu-abu dan kemeja putih dengan dasi merah polos. Yang menemukannya adalah seorang karyawan di kantor tersebut yang kebetulan sedang akan memasuki mobilnya sendiri, yang diparkir persis di samping kiri mobil korban.

Advertisements