Cerpen Reyhan M. Abdurrohman (Koran Tempo, 16-17 Maret 2019)

Beltane Carbenet Sauvignon ilustrasi Imam Yunni - Koran Tempow.jpg
Beltane Carbenet Sauvignon ilustrasi Imam Yunni/Koran Tempo 

Siapa pun penduduk Medoc tahu, Mabelle seorang perempuan tua bertubuh ringkih serupa batang kayu kering. Seluruh helai rambut panjangnya sempurna putih. Ia hidup sendiri di rumah peninggalan mendiang suaminya, Beltane. Setiap hari Mabelle tak pernah dimangsa bosan duduk berjam-jam di belakang jendela yang kacanya buram. Tak lupa ia sajikan secangkir cokelat hangat untuk mengusir kecemasan yang semakin menjadi. Terkadang croissant pemberian Merry menjadi teman pelengkap pada ritual perjamuan untuk diri sendiri.

Hamparan kebun anggur Carbenet Sauvignon tak lagi berbentuk. Ranting-rantingnya gundul. Rumput-rumput liar tumbuh dengan subur. Namun jika melihat lebih jauh lagi di belakang sana, akan tampak perkebunan anggur yang subur, itu milik Tuan Fedrick. Usahanya makin pesat setelah kematian Beltane.

Mabelle memandangi dua lembar foto dalam album di sebelah piring berisi croissant. Terpampang dua lembar foto hitam-putih. Foto pertama memperlihatkan sosok Beltane dan dirinya tengah tersenyum bahagia berlatar Sungai Gironde yang membelah Bordeaux. Kawanan camar terbang di atas permukaan muara. Waktu itu adalah perayaan setahun pernikahan mereka. Beltane mengajak Mabelle ke Grand Theatre, sebuah mahakarya Victor Louis yang megah, khas dengan deretan pilar bergaya Corinthian. Saat itu, Beltane benar-benar memanjakan Mabelle. Ia mengajaknya menyusuri jalanan di keramaian Bordeaux menikmati nyanyian jalanan. Sebelum pulang, ia membawanya melewati Sungai Gironde untuk melihat kapal-kapal yang tertambat di dermaga.

Beltane mulai berceloteh tentang hal-hal yang selalu membuat Mabelle berpikir keras, seperti sebuah pertanyaan tentang apakah ada yang tahu ke mana camar-camar itu terbang. Sedangkan Mabelle hanya menggeleng. Lalu dengan sabar Beltane menjelaskan bahwa kawanan camar itu akan terbang bebas mencari apa yang akan membuat mereka bahagia. Kebebasan mungkin. Sesederhana itu.

Foto kedua menampilkan Beltane yang terlihat bahagia berlatar sibuknya aktivitas memetik anggur pada pertengahan September di perkebunan milik keluarga, yang diwariskan kepadanya.

Pandangan Mabelle terganggu dengan kedatangan mobil berwarna hitam yang berhenti tepat di depan rumah. Tak lama keluarlah seorang pria muda mengenakan mantel berwarna krem lengkap dengan sepatu bot kulit. Perlahan Mabelle beranjak dari kursi dan berjalan ke arah pintu. Saat hampir sampai di ambang pintu, ketukan dari luar terdengar. Ia segera membuka pintu, meski sebenarnya ia sudah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Advertisements