Cerpen Ali Faris (Fajar, 03 Maret 2019)

Setelah Transaksi Selesai ilustrasi Fajarw.jpg
Setelah Transaksi Selesai ilustrasi Fajar

Dia masuk ke dalam sebuah rumah megah dengan dinding-dinding kokoh. Temboknya terbuat dari batu bata yang sudah dipanaskan selama tiga hari tiga malam. Dia melewati pintu utama. Napasnya terengah-engah lantaran sejak dari tadi dia harus meyeret sosok tubuh ringkih seorang perempuan berkaos putih yang ia genggam erat-erat kaki kanannya. Sosok berbadan besar nan angkuh itu berlagak seakan dia seorang algojo. Meski tubuhnya sangat berpotensi untuk dikatakan begitu sebenarnya dia sama sekali tidak tahu apa-apa. Dia hanyalah seorang kurir, pelayan dan kadang kala demi menjadi seorang yang profesional dia rela menjadi tontonan orang banyak untuk dijadikan patung di tengah jalan.

“Ini dia pesananmu, my lady.” Dia meletakkan begitu saja perempuan ringkih yang sedari tadi memang sudah pingsan sama sekali. Dia menghadap kepada sosok perempuan cantik yang tengah duduk dengan anggun di sebuah singgasana yang berpermak. Lalu dia bersimpuh sembari memohon, “Kenapa kau tega melakukan ini?”

Si perempuan anggun itu beranjak dari duduknya. Dia mengibas-ngibaskan tangannya dengan pelan, lalu menyorot segelas minuman anggur yang sedari tadi belum dia hirup.

“Kamu tahu kenapa perempuan ringkih itu aku suruh kau bawa ke sini? Sebab dia sudah kehilangan kecantiknnya. Dia tahu bahwa dirinya punya daya tarik tapi dia lupa bagaimana cara mempergunakannya.”

“Benar sekali. Dia pantas mendapatkannya,” suara penegasan itu keluar dari mulut seorang pria yang baru saja muncul dari belakang pintu.

“Oh, my prince, kau memang se-lalu sejalan dengan arah pikiranku.” Dia menghampiri pria berjas moka itu dengan gerakan manja.

Mereka berdua berciuman dengan saling merapatkan kedua tubuhnya. Si Albino merasa risih melihat pemandangan satire tersebut. Sepintas dia ingat akan gadisnya yang sudah mati beberapa tahun lalu.

“Tapi, kau tahu, setelah semuanya selesai kita akan menghilang dari tempat ini,” ucap si pria. Lau mencondongkan wajahnya ke sisi si wanita, “Aku sudah menemukan tempat yang indah untuk kita tinggali selanjutnya,” tandasnya.

Advertisements