Cerpen Maria M Bhoernomo (Suara Merdeka, 03 Maret 2019)

Kakek Ane ilustrasi Putut Wahyu Widodo - Suara Merdekaw.jpg
Kakek Ane ilustrasi Putut Wahyu Widodo/Suara Merdeka

Di banyak tempat, di banyak kota, bermunculan baliho-baliho besar bergambar Kakek Ane disertai kepsen “Hidup Kakek Ane!”, “Kakek Ane adalah kita!”, “Kita adalah Kakek Ane!”. Nama aslinya Ane Raisinan. Namun semua orang memanggil dengan sebutan Kakek Ane, karena dia memang lelaki tua.

Kakek Ane sangat terkenal sejak kalangan mahasiswa yang menentang rezim Orde Baru memekikkan tuntutan reformasi. Setiap ada aksi unjuk rasa proreformasi, Kakek Ane pasti terlihat di tengah kerumunan. Sebagai figur paling tua dalam unjuk rasa, Kakek Ane selalu menarik perhatian wartawan. Sosoknya jadi mirip selebritas, sering muncul dalam pemberitaan media. Kalangan mahasiswa menganggap dia tokoh reformasi.

Sikap politik Kakek Ane cenderung oposan dan plinplan. Banyak orang menyebutnya tokoh oposisi abadi. Sebutan itu sebetulnya olok-olok karena Kakek Ane memang selalu bergabung ke barisan oposan yang suka mengkritik kebijakan pemerintah. Bahkan mentang-mentang oposan, dia tentang semua kebijakan pemerintah. Sikap politik itu membuat dia sangat populer, tapi juga dibenci kalangan pejabat dan pihak propemerintah. Mungkin karena plinplan, semula Kakek Ane antikorupsi, tapi sekarang malah akrab dengan sejumlah koruptor. Bahkan Kakek Ane baru-baru ini menyatakan akan mencalonkan diri pada pemilihan presiden mendatang untuk mengembalikan keadaan seperti pada era Orde Baru.

“Keadaan sekarang lebih buruk dibandingkan era Orde Baru. Kalau keadaan sekarang tidak bisa diperbaiki, sebaiknya kembali saja seperti pada masa Orde Baru!” tegas Kakek Ane ketika diwawancarai media.

Penegasan Kakek Ane itu mengecewakan banyak pihak yang dulu sama-sama menentang rezim Orde Baru. Banyak orang menganggap Kakek Ane sudah putus asa karena reformasi ternyata tidak bisa melahirkan pemerintahan yang mampu mewujudkan keadilan dan kemakmuran bangsa dan negara. Kakek Ane tak peduli dibenci kalangan penentang rezim Orde Baru, karena menurut dia sekarang banyak rakyat merindukan kembalinya Orde Baru. Bahkan Kakek Ane hendak mendirikan posko relawan di pelosok desa dan kota untuk menjadi mesin politik guna membangkitkan kembali rezim Orde Baru.

“Kebangkitan kembali rezim Orde Baru adalah harga mati! Tak bisa ditawar-tawar lagi!” seru Kakek Ane dalam pidato pembukaan posko relawan di suatu kampung.

Advertisements