Cerpen Asqo L Fatir (Media Indonesia, 03 Maret 2019)

Benda Gaib ilustrasi Bayu Wicaksono - Media Indonesiaw
Benda Gaib ilustrasi Bayu Wicaksono/Media Indonesia

KERIS itu menancap di tubuh Ayam Cemani yang hitam legam terselimut kain berwarna awan. Di ujung kelokannya yang nongol, terlihat bercak-bercak darah yang dibiarkan kering. Artinya, benda itu telah merenggut satu korban. Bulu romaku berdiri dari tadi, sejak Pak Ahmad mengatur napas, dan mengganti tasbihnya yang putus lantaran pergulatan di alam sana.

“Jangan sentuh!” Teriak Pak Ahmad padaku yang hendak menyingkap kain itu. Rupanya Ayam Cemani masih menyerap energi hitam. Pak Ahmad bilang, benda itu terkirim di sudut kamar mandi rumah kami, sehingga darah hitam Ayam Cemani mesti ditumpahkan di sana. Benda yang tak sengaja kusentuh itu sebenarnya terasa seperti sengatan tawon, tapi kutahan kesakitan itu agar mereka tak ikut terbawa cemas.

Aku tahu dalam keadaan seperti ini, aku seharusnya lebih banyak diam dan menyaksikan. Ini ritual ketiga yang dilakukan Pak Ahmad untuk mengusir roh jahat dan mencabut benda gaib yang bersemayam di rumahku.

Ritual pertama adalah mandi di sungai yang deras sambil menyebut nama Tuhan. Konon, itu dilakukan agar ‘yang bersemayam’ di tubuh kami lepas dan hanyut terbawa arus. Akan tetapi, ternyata tak berhasil. Bahkan hawa panas menjadi tumpah ruah. Maka, kami lanjutkan dengan ritual ke dua. Kali ini dua buah kelapa disiapkan sebagai mediasi. Lampu-lampu dipadamkan. Remang-remang kulihat bibir Pak Ahmad komat-kamit seperti sedang membaca sesuatu. Kemudian pandanganku beralih pada satu buah kelapa yang bergetar tiba-tiba. Pak Ahmad menarik napas panjang kemudian tersenyum buah delima. “Roh jahat itu telah berhasil diringkus.” kata Pak Ahmad puas.

***

Sudah banyak cara yang kami lakukan untuk menyelamatkan kakak dari maut, mulai dari tenaga medis profesional, herbal, dan pijat. Kurasa semua usaha itu hanyalah sesuatu yang percuma sebab penyakit kakak memang tidak wajar. Ia terus mengeluh sakit di bagian kepala dan perutnya, tapi dokter tak berhasil mengindikasi apa pun, sampai akhirnya Kakak benar-benar meregang nyawa. Tak putus di kakak, adikku juga mengalami hal-hal tak masuk akal seperti diganggu roh jahat. Adikku merasa ada ‘sesosok’ makhluk yang datang dari negeri lelembut yang memeluk dan melucuti tubuhnya setiap malam.

Advertisements