Cerpen Angga T Sanjaya (Haluan, 24 Februari 2019)

Wijil dan Anjing Siluman ilustrasi Istimewaw.jpg
Wijil dan Anjing Siluman ilustrasi Istimewa 

Ada satu waktu ketika cerita-cerita tentang Gunung Wijil menjadi begitu keramat. Orang-orang dusun sepakat bahwa gunung itu berhantu. Penyebabnya tiada lain, anjing-anjing siluman pemangsa warga di dusun. Tidak ada yang mengira, anjing-anjing itu pembunuh yang bengis dan mengerikan. Ketika ada yang berhadapan dengan anjing itu, yang tersisa berikutnya hanya dua pilihan, mati dalam ketakutan atau mati dalam melawan.

***

Saat itu, di tahun yang runcing, banyak orang kehilangan keluarga. Anak-anak kehilangan orang tua. Pula, perempuan-perempuan mendadak ditinggal suami, tanpa pamit, tanpa kabar. Berhari-hari, berbulan-bulan tidak pernah kembali.

Mereka yang ditinggalkan itu layaknya tanah kerontang; kusut dan letih dalam penantian. Dalam keadaan genting semacam itu, mereka hanya diam dan menunggu dalam debar ketidakpastian. Sembari cemas, bahwa semuanya hanya mimpi buruk yang esok akan lenyap. Tapi harapan kosong seperti itu tidak pernah memberi rasa nyaman dan lega.

Malam-malam tetap saja terasa tajam dan menakutkan. Jangankan untuk melelapkan mata, sekadar menarik napas akan sesak dan berat. Sebab ancaman akan datang kapan pun. Orang-orang sepertinya hanya menunggu mati diculik anjing-anjing itu.

Entah dari mana kisah-kisah tentang anjing siluman itu datang berembus. Sebab memang tidak ada satu pun saksi yang benar-benar melihatnya. Orang-orang yang pernah diculik pun tidak pernah kembali. Andai ada satu saja yang lolos dari malapetaka itu, pastilah mereka dapat bercerita dengan jelas tentang anjing-anjing siluman itu.

Tapi kisah tentang anjing itu mendadak berhamburan seperti suara teriakan-teriakan warga yang setiap malam diseret dan mati di Wijil. Setiap ada warga yang hilang, sesaat setelahnya terdengar jerit diiringi salak anjing yang melengking seperti peluru yang tajam dan membabi buta, menghunus dan menyelesaikan semuanya. Barangkali suara salak itulah yang membuat orang-orang di dusun selalu mengaitkan setiap penculikan dengan anjing siluman itu.

Sejak saat itu, orang-orang percaya bahwa anjing itu bukanlah anjing biasa. Tapi anjing siluman, anjing yang mendadak datang dan dapat pergi begitu cepat. Anjing yang dapat membunuh dan menghabisi siapa pun dengan cara yang mengerikan namun tidak diketahui oleh siapa pun.

Advertisements