Cerpen Oxandro Pratama (Singgalang, 24 Februari 2019)

War dan Kekalahannya ilustrasi Singgalangw.jpg
War dan Kekalahannya ilustrasi Singgalang 

“War, sudah senja, War. Sekarang waktunya pulang. Rezeki itu tidak dapat dipaksakan, War. Ia lebih sering datang dengan sendirinya, berdasarkan tanggal-tanggal dan waktu yang telah ditentukan. Lagi pula, masih ada hari esok, War.”

Begitulah Girin—salah seorang temannya yang juga pedagang kaki lima—menyisyaratkan untuk segera menutup lapaknya. Namun, War tetap tak beranjak dari lamunnya. Ia masih memikirkan kejadian menyedihkan yang menimpanya hari ini. Kejadian itu membawanya menuju duka-duka lama yang belum sepenuhnya terlupakan. Dan kembali ia terbawa menuju hal-hal yang menyengsarakan hati, jiwa, dan pikirannya.

***

Sedari pukul 10 pagi tadi, hanya sekali War mendapati orang yang singgah ke lapak dagangannya. Belum selesai War memperagakan barang dagangannya, orang itu langsung memotong basa-basi War, “Yang Zara keluaran baru udah ada belum tembakannya, Bang?”

War yang sudah hampir sebulan tidak menambah dagangannya kebingungan menjawab pertanyaan sekaligus permintaan si gadis belia berkulit putih itu. Selain sepinya lingkungan Pasar Baru, hutangnya di toko induk semangnya yang telah tiga bulan menumpuk itulah yang lebih mengurungkan niatnya untuk menambah dagangannya.

“Ada fotonya ga, Neng? Mana tahu barangnya ada di gudang saya.” Usahanya meyakinkan.

Dengan tanggap gadis belia berkulit putih itu pun mengeluarkan gadget dari dalam tas-nya. Gadget yang berwarna silver itu tampak sangat elegan, mewah, dan kemewahaannya semakin menjadi-jadi ketika sinar matahari menghantam permukaan gadgetnya, sehingga kilatnya bermunculan di setiap sisi alat komunikatif itu. Sambil mengotak-atik gadget-nya, gadis belia itu membungkukkan tubuhnya sambil menyodorkan layar gadgetnya ke hadapan muka War agar War dapat melihat bagaimana rupa bentuk barang yang diinginkannya. Setelah War melihat rupanya, War menyinsyaratkan gadis belia itu untuk menunggu dengan meyakinkan gadis itu bahwa barang yang ia cari ada di gudangnya dan lokasinya tak jauh dari tempat lapaknya ini.

Advertisements