Cerpen Bagus Sulistio (Kabar Madura, 11 Februari 2019)

Hadiah Ulang Tahun yang Malang ilustrasi Kabar Maduraw
Hadiah Ulang Tahun yang Malang ilustrasi Kabar Madura 

HARI ini Evelyn ulang tahun. Lima belas tahun sudah ia hidup di dunia ini. Ayahnya senang mengetahui akan hal itu. Ia berniat membelikan sesuatu untuk hadiah ulang tahun putrinya.

Selepas pulang kerja, ayah Evelyn tak langsung pulang ke rumahnya. Ia berencana membeli kue brownis untuk hadiah ulang tahun Evelyn. Tanpa berpikir panjang, ia pacu sedannya ke toko kue. Perjalanan begitu lancar. Sehingga ayahnya Evelyn sampai di sana dengan cepat. Kemudian ia masuk ke dalam toko itu. Terlihat banyak aneka kue yang dipajang. Tapi ada satu kue yang menarik simpati ayah Evelyn. Brownis yang di atasnya bertaburan keju dan coklat menggiurkan. Ia membeli dan membawanya pulang.

Kue brownis yang ayah Evelyn beli, dibawa masuk ke mobil. Ia bergegas agar sampai rumah tak larut malam. Suasana jalan sama seperti tadi. Lenggang lancar.  Sehingga Ayah Evelyn memberanikan diri menambah kecepatan sedannya. Tapi di persimpangan jalan, sebuah truk tangki melaju dengan cepat. Kedua pengendara tak sempat saking mengerem. Sehingga kedua kendaraan itu saling beradu. Kue brownis yang ayah Evelyn beli hancur berkeping-keping. Seperti hati istri dan putrinya yang mengetahui akan hal itu.

Setahun kemudian, umur Evelyn genap enam belas tahun. Di hari ulang tahun Evelyn, ibunya berniat menghadiahkan sesuatu untuk putrinya.

Pada saat Evelyn meninggalkan rumah untuk pergi ke sekolah, ibunya Evelyn pergi ke pasar. Ia pergi mengunakan kendaraan umum, angkot. Kendaraan yang masih banyak ditemui di sana ditambah harganya yang murah. Tapi mulai ditinggalkan. Hingga angkot yang ditunggangi ibunya Evelyn itu sepi. Hanya ada supir, seorang wanita, dan dua orang laki-laki. Wanita tersebut turun jauh dari pasar. Sedangkan dua orang laki-laki itu turun bersama dengan ibunya Evelyn.

Sesampainya di pasar, ibunya Evelyn berkeliling mencari sesuatu yang cocok untuk ulang tahun putrinya. Ia pikir mungkin baju baru pantas untuk hadiah. Ditujunya toko baju yang kata orang-orang murah tapi berkualitas. Ia lihat satu persatu baju yang ada di toko itu. Tapi tidak ada satu pun baju yang menarik hati ibunya Evelyn. Ia pergi dari toko baju itu.

Advertisements