Cerpen Cikie Wahab (Padang Ekspres, 03 Februari 2019)

Dua Serigala di Dalam Rumah ilustrasi Orta - Padang Ekspresw.jpg
Dua Serigala di Dalam Rumah ilustrasi Orta/Padang Ekspres 

Dalam cahaya lampu 15 watt yang bergantung satu meter dari kepalanya, Sopian membaca berita dari koran yang diberikan petugas kereta api tadi pagi. Koran yang ia selipkan di antara kertas kerja dan undangan pernikahan mantan kekasihnya baru ia temukan kembali saat malam ia ingin masuk ke kamar tidur.

Sopian sudah membacanya berulang-ulang. Ia tidak tahu ingin berkomentar apa. Bagaimana si petugas kereta api menahan lengannya dan memberikan koran agar ia baca. Mungkin petugas itu tahu di mana Sopian bekerja. Karena rompi berwarna biru tua yang suka melekat saat Sopian pergi dan pulang melewatinya.

Tapi Sopian tidak ingin di kasihani seperti itu. Ia ingin mengatakan ke semua orang termasuk petugas itu bahwa ia bisa mewujudkan mimpinya, pun mencari seorang pendamping hatinya yang baru. Jika perusahaan tempatnya bekerja bangkrut, ia bisa mencari kerja lain dan semua akan baik-baik saja. Begitu perasaan yang ia jaga sejak saat itu. Sopian memutuskan untuk tidur lebih awal. Ia juga sdh berencana memberikan kado terbaik untuk Fira, mantan kekasihnya. Jika berita di koran itu benar, Sopian akan merencanakan sesuatu yang lebih besar.

***

Pagi itu Sopian mendengar pot tanamannya pecah saat ia menyeduh kopi dan menunggu mie instannya dingin. Ia segera ke ruang depan dan melihat sebuah paket tergeletak begitu saja di teras depan. Sopian ingin sekali meneriaki si pengantar paket. Tapi ia tak menemukan siapa pun dan seketika timbul kengerian di hatinya kalau-kalau paket itu berisi petasan atau sejenisnya. Tapi saat melihat tulisan di luar paket itu ia segera mengambilnya dan membawanya masuk k dalam rumah.

Sebuah lampu tidur bergaya itali akan lebih indah dan kau bisa membelinya di pasar . Aku menginginkan itu sebagai permintaan maafmu dan hadiah pernikahan. Dan ini kukembalikan buku-bukumu. Aku takut suamiku kelak membakarnya. Salam. Fira.

Sopian menyeruput kopinya saat selesai membaca pesan dan melihat buku-buku yang ia sukai itu kembali. Buku luar biasa yang ia dapatkan demi menarik perhatian Fira selama ini. Sesungguhnya yang bagus darimu hanya soal rindu, bisik Sopian pelan-pelan. Ia ingin tertawa tapi sedih juga menyergapnya. Sopian berdiri dan memutuskan kerja seperti biasa.

Advertisements