Cerpen Farizal Sikumbang (Serambi Indonesia, 03 Februari 2019)

Apakah Kau Tahu, Bagaimana Rasanya Punya Ibu Baru ilustrasi Tauris Mustafa - Serambi Indonesiaw.jpg
Apakah Kau Tahu, Bagaimana Rasanya Punya Ibu Baru? ilustrasi Tauris Mustafa/Serambi Indonesia 

TEPAT satu tahun setelah kematian suaminya, yang ditengarai dibunuh oleh tentara pemerintah karena terlibat partai komunis, ayahku lalu mengutarakan niat untuk  mengawininya. Kata ayah pada suatu hari, “Kau tahukan ibunya Mala? Ayah, berniat mengawininya. Bagaimana menurutmu?”

Aku tidak dapat menjawab langsung pertanyaan ayah kala itu. Mulutku terkatup. Pandanganku kosong.Aku ingat ayah mengungkapkan semua itu disaat kami duduk berdua di halaman belakang rumah menyaksikan ayam-ayam memakan dedak. Aku juga nyaris terjatuh kebelakang seandainya kedua kakiku tidak kuat menginjak tanah mendengar tuturan ayah dengan siapa dia berencana menikah.

Selanjutnya, diantara kebisuan dan rasa terkejut, aku laluteringat pada ibu. Wajah ibu, tiba-tiba saja berputar-putar di kepalaku seperti gasing. Tapi dua mata ayah, terus pula memandangku dengan liar.Dua mata ayah itu, terasa bagai dua anak panah yang membidik jantung hatiku. Hari itu, aku benar-benar dikepung keterkejutan.

Lalu entah karena membiarkanku lepas dari keterkejutan, atau memang ayahtidak membutuhkan jawabanku,beliau lalu pergi tanpa bicara. Ayah pergi seumpama membawa lari seluruh dayaku. Aku lalu terduduk dengan lesu dan lunglai.

***

Dan benar adanya, tanpa membutuhkan persetujuanku, tiga minggu kemudian ayahku menikahi ibunya Mala. Setelah acara ijab kabul dilaksanakan, dan tanpa pesta penikahan yang meriah, ayah lalu membawa istrinyapulang ke rumah kami. Ayah menempatkannya di kamar paling belakang dan tidur di sana. Kamar belakang itu, memang sejak dulu dibiarkan kosong. Aku merasa senang karena ayah tidak memakai kamar almarhumah ibu.

Ayahku adalah seorang guru di sekolah rendah. Dalam hal ini perlu kujelaskan, bahwasetelah kematian suaminya, ibunya Mala  menjadi penyepi. Suka melamun dan sendiri.

Ayahku suka padanya. Itu mungkin karena kecantikannya. Ibunya Mala memiliki hidung yang mancung dan kulit yang kuning langsat.

Advertisements