Cerpen Fajri Rezi (Singgalang, 13 Januari 2019)

Dua Hati yang Retak ilustrasi Singgalangw.jpg
Dua Hati yang Retak ilustrasi Singgalang

Naimah menekur wajahnya di depan cermin. Ia gerai rambutnya lalu menyisirnya dengan jemari. Ia menatap wajahnya dalam-dalam— seakan ingin menemukan sedalam apa kesedihan tersimpan dalam dirinya, sehingga ia bisa mengukur sejauh mana ia mampu menerima kenyataan hidup seperti ini. Satu keadaan, ia harus mengizinkan suaminya untuk menikahi perempuan lain. Pada keadaan lain, sangat sulit baginya jika harus memadu kasih dengan perempuan lain. “Hidup memang dilema-dilema yang tak tuntas untuk dibahas,” rintih Naimah sembari menyeka air matanya yang terlihat jatuh dari dalam cermin itu.

Pikiran Naimah benar-benar kusut. Ia tak kuasa menolak ketika suaminya menyampaikan hajatnya untuk menikah. Dalam hati kecilnya ada rasa iba yang dalam, sebab ia tak mampu menjadi wanita sempurna untuk suaminya. Ia tak bisa memberi keturunan untuk suaminya itu. Namun, jika suaminya menikah, ia takut kehilangan kasih sayang yang utuh seperti yang telah diberikan suaminya kepadanya. Apa lagi dewasa kini banyak kasus-kasus keluarga yang berpoligami yang tak rukun kemudian memilih mengakhiri pernikahan dengan istri pertama.

“Apa kau merelakanku menikah lagi, Naimah?” bisik Ridwan di telinga Naimah di suatu malam yang dingin. Di Desember hujan rajin turun. Seperti air mata Naimah yang jatuh sejak pertama kali suaminya menyampaikan hajatnya itu. Suaminya mengatakan bahwa ia ingin menikahi seorang perempuan yatim piatu yang ditinggal keluarganya ketika prahara erupsi Anak Krakatau yang mengakibatkan tsunawi di laut Sunda. Seorang perempuan yatim yang harus bertahan hidup dalam musibah pekan lalu.

Baca juga: Perempuan Seperti Tara – Cerpen Haldi Patra (Singgalang, 06 Januari 2019)

Adalah Risti adik rekan kerja Ridwan. Keluarga Risti sudah seperti keluarga bagi Ridwan. Dulu saat awal Ridwan pindah ke kota itu, keluarga Risti-lah yang memberikan bantuan moril maupun materil. Kedekatan Ridwan dengan keluarga Risti sudah terjalin lama. Namun musibah tsunami yang melanda sebagian kota Banten mengakibatkan Risti kehilangan orang-orang yang ia cintai. Hanya Risti satu-satunya dari keluarganya yang selamat dari sapuan tsunami itu.

Advertisements