Cerpen Ahmad Anif Alhaki (Singgalang, 23 Desember 2018)

Kopi Nakal dan Cerita Lucu di Hari Itu ilustrasi Singgalangw.jpg
Kopi Nakal dan Cerita Lucu di Hari Itu ilustrasi Singgalang

Saya punya seorang anak laki-laki bernama Kopi. Dia suka berlari-lari sambil bernyanyi-nyanyi. Tadi pagi dia bertanya kepada saya. Tapi saya tidak menjawab pertanyaan itu karena saya kira dia cuma sekadar bernyanyi-nyanyi saja. Seketika itu dia berhenti bernyanyi dan kemudian memandangi muka saya.

“Siapa yang mencuri uang sebanyak itu?” ungkap Kopi dengan nada tinggi seperti nada kemarahan Arya Wiguna kepada Eyang Subur.

“Uang yang mana lagi ini?” tanya saya dengan perasaan bingung.

“Uang negara!”

“Negara siapa?”

“Negara saya!”

“Saya siapa?”

“Kampreet!!” Teriak Kopi dengan kemarahan lebih tinggi daripada kemarahan yang tadi saya katakan tinggi. Kemudian dia masuk ke dalam kamar dengan perasaan jengkel.

Baca juga: Malam ini Tidak Ada Susu, Rocky – Cerpen Oxandro Pratama (Singgalang, 09 Desember 2018)

Perlu dikatakan pula bahwa Kopi adalah anak saya yang masih berusia sepuluh tahun. Ketika dia masih berada dalam kandungan, istri saya kerap kali mengidam buah naga. Kadang saya merasa kerepotan mencari buah naga karena waktu itu sedang tidak musim buah-buahan yang bernama naga. Mungkin itulah sebab mengapa Kopi sekarang ini menjadi seperti naga. Saya sering merasa gelisah ketika mencoba memprediksi bagaimana masa depan anak saya ini. Takutnya dia tumbuh dan berevolusi dari naga menjadi singa negara. Bisa berabe nih!

Kemudian saya menghampiri Kopi karena merasa bersalah telah mempermainkan pertanyaan yang dia tanyakan tadi. Ketika saya mengetuk pintu kamar, tiba-tiba Kopi berteriak lantang.

“Siapaa?”

“Ayah,”

“Masuk Pak Ekoo!”

Advertisements