Cerpen Riyon Fidwar (Serambi Indonesia, 23 Desember 2018)

Cerita Lama ilustrasi Tauris Mustafa - Serambi Indonesiaw.jpg
Cerita Lama ilustrasi Tauris Mustafa/Serambi Indonesia

1

HARI ini adalah hari pertama kami bertemu, setelah sekian tahun tidak pernah berjumpa. Tahun-tahun memang sangat cepat berganti dan tanpa disadari umur tambah tinggi. Perjumpaan ini tentu sangat memberikan arti bagi kami. Akan ada banyak cerita yang akan kami ceritakan dengan penuh suka ria. Kami akan bertemu di salah satu kafe yang sudah dipesan tiga hari yang lalu.

***

Hari itu, hujan lebat sekali. Membuat saya malas untuk ke luar rumah. Waktunya malas-malasan sambil membuka salah satu akun media sosial yang saya punya. Tiba-tiba ada yang meminta pertemanan. Saya buka. Namanya aneh sekali. Seperti akun anak muda yang baru puber. Tidak saya tanggapi pertemanannya. Setelah setengah jam berlalu, ada pesan masuk. Saya buka, isinya, “Mohon konfirmasi pertemanan ini, Bung. Salam kawanmu.” cepat-cepat saya buka pertemanan tadi. Saya masuk akunnya dengan mengklik nama akun yang aneh tersebut. Rasanya saya pernah lihat orang ini, tapi di mana?

***

Pikiran saya mulai merangkak jauh, tapi tidak tentu tujuan. Merambah masa lalu, meraba-raba waktu yang entah. Tepat sekali. Saya pernah berjumpa orang ini. Annisa Khalifah Abdillah. Gadis berwajah manis yang alim. Perempuan ini pernah membuat saya setengah gila. Belum sempat hank. Mengapa tiba-tiba dia meminta pertemanan? Dari mana dia tahu nama akun saya? Pesannya seperti memaksa saya untuk menerima pertemanan ini, mengapa?

***

Pada pertemuan ini, kami pasti tenggelam dalam cerita lama. Kisah-kisah yang sepertinya usang akan dibuka lagi. Saya benci sebenarnya mengulang-ulang hari lalu. Bagaimanapun itu, saya akan terima.

Advertisements