Cerpen Kristin Fourina (Media Indonesia, 09 Desember 2018)

Malaikat yang Menunggu ilustrasi Bayu Wicaksono - Media Indonesia.jpg
Malaikat yang Menunggu ilustrasi Bayu Wicaksono/Media Indonesia 

POTONGAN-POTONGAN kenangan tentangmu beranak pinak dalam ingatan. Satu demi satu kenangan itu mendatangiku setelah tiba-tiba kau menghubungiku kembali. Rupanya kau dengan sengaja ingin menyelinap dalam hidupku. Aku sudah lama tidak melihatmu, kini kau menghubungiku kembali. Katamu, beberapa hari terakhir ini kau tak bisa tidur. Namun, adakah kau berharap agar kelak aku bisa membuatmu jatuh tertidur setelah aku datang menemuimu?

Kata-katamu yang penuh rahasia mampu melipat jarak di antara kita. Menyeretku untuk menemuimu dari luar kota dan saat itulah kali pertama aku melihatmu meringkuk dalam kecemasan yang sangat. Jalan pikiranmu kurasa telah terperangkap dalam kegelapan panjang tanpa harapan. Menatapmu kembali setelah sekian lama tak berjumpa membuat jantungku berdebar, bukan karena nostalgia, melainkan karena keluhan-keluhanmu yang menyudutkan dirimu sendiri pada suatu ketidakwajaran. Dalam ingatanku, kini kondisimu bertolak belakang dengan gaya hidupmu yang penuh rasa semangat dan percaya diri pada saat aku mengenalmu jauh di masa lalu.

Aku menahan kecewa. Pertemuan yang harusnya penuh tawa rupanya hanya tersimpan dalam angan-angan.

Baca juga: Gadis Embun – Cerpen Kristin Fourina (Media Indonesia, 03 September 2017)

Malam itu, bayanganmu di masa lalu tiba-tiba kembali memburu. Dulu, kita dalam kondisi sama, belum menanggalkan masa lajang. Padahal, usia kita juga telah sama berada pada kepala tiga. Memasuki kepala empat, kita juga sama-sama termenung. Jalan untuk menemu jodoh memang tak bisa dijelaskan. Meski demikian, di antara kita tak ada yang kecewa, tetap tertawa dan gembira.

Kekosongan hatimu mulai terisi pada usia empat puluh tujuh. Kau menemukan separuh jiwamu yang lama hilang pada seorang gadis berumur dua puluh tujuh. Akhirnya, kau resmikan hubungan kalian yang membuatku pelan-pelan menyingkir darimu dan berkelana sampai ke luar kota.

Advertisements